Ngopi Kerukunan, Kemenag RI Ajak Warga Jangan Lelah Cintai Negeri
- 02 Mar 2026 12:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya menjaga dan merawat kerukunan umat beragama kembali ditegaskan melalui kegiatan Ngopi Kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Makassar di Red Corner Cafe, Jl. Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan bertajuk Ngopi Kerukunan ini menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama Republik Indonesia M. Adib Abdushomad, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, serta Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad.
Ngopi Kerukunan merupakan forum dialog santai lintas agama yang bertujuan memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Makassar. Dalam suasana yang cair dan penuh keakraban, diskusi mengalir tanpa sekat, memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk duduk bersama.
Kepala Pusat KUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, menegaskan bahwa ruang-ruang perjumpaan tidak harus selalu bersifat formal. Ia menilai pendekatan dialog yang membumi seperti Ngopi Kerukunan justru lebih efektif membangun rasa saling percaya di tengah masyarakat majemuk. “Jangan pernah lelah mencintai negara kita. Kita tidak bisa membangun bangsa ini jika tidak rukun. Kerukunan adalah fondasi utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, diskusi santai seperti ini justru lebih efektif karena menghadirkan suasana terbuka dan penuh keakraban. Dalam konteks Kota Makassar yang dikenal sebagai miniatur keberagaman di Indonesia Timur, ruang-ruang dialog informal dinilai mampu meredam potensi gesekan sosial sejak dini.
“Ini bukti bahwa ruang perjumpaan bukan hanya difasilitasi di ruang formal. Ngopi sambil bincang kerukunan seperti ini bisa menjadi program luar biasa karena dibicarakan di ruang terbuka dan santai,” tambahnya.
M. Adib Abdushomad juga mengapresiasi Kakanwil Kemenag Sulsel atas inovasi dan komitmennya dalam memperkuat publikasi serta program kerukunan di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Ia menilai konsistensi menggelar Ngopi Kerukunan menjadi contoh praktik baik yang bisa direplikasi di daerah lain, terutama dalam memperkuat deteksi dini konflik berbasis sosial dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Adib menekankan bahwa kerukunan dan kedamaian merupakan investasi sosial yang sangat mahal nilainya. Stabilitas sosial, menurutnya, menjadi prasyarat utama pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga rasa aman masyarakat. “Tanpa rukun dan damai, jangankan membangun, yang sudah dibangun pun bisa rusak. Mari kita jaga dan rawat kerukunan ini bersama,” tegasnya.
Melalui Ngopi Kerukunan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga harmoni bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab bersama. Forum seperti ini memperlihatkan bahwa dialog sederhana di warung kopi pun dapat menjadi benteng kuat bagi persatuan. Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, Makassar terus berupaya meneguhkan diri sebagai kota yang ramah bagi semua golongan, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....