Safari Ramadan di Biringkanaya, Munafri Tekankan Ketertiban dan Kebersihan

  • 27 Feb 2026 08:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, serta memperkuat kebersamaan selama bulan suci Ramadan. Pesan tersebut disampaikannya saat melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Babaussalam, Kecamatan Biringkanaya, Kamis 26 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum membangun silaturahmi serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Kenapa ini penting? Karena dibutuhkan kolaborasi yang kuat, sinergi, dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kalau ini tidak terjadi, maka kekacauan-kekacauan akan terjadi,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia menambahkan, Safari Ramadan menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga merespons aspirasi pengurus masjid dan tokoh masyarakat terkait kondisi lorong dan lingkungan sekitar.

Munafri berharap masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pembinaan generasi muda. “Masjid ini mudah-mudahan tidak hanya dipakai sebagai ritual salat lima waktu, tetapi menjadi pusat peradaban. Tempat membangun generasi Qur’ani, dengan pendidikan agama sejak tahap awal untuk anak-anak,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program pemerintah pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif warga agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyinggung kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang tahun ini melaksanakan pemilihan RT/RW secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menghadirkan ketua RT/RW yang memahami kondisi wilayah serta mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah.

“Inilah yang kami lakukan supaya RT/RW bisa menjadi mata dan telinga pemerintah untuk melihat hal-hal yang mungkin belum hadir di wilayah,” jelasnya.

Munafri mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan, serta memperkuat koordinasi antara RT/RW, lurah, camat, hingga aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI jika terjadi persoalan sosial. Ia juga menanggapi penertiban bangunan yang berdiri di atas trotoar dan drainase. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan hak masyarakat atas ruang publik.

“Pedestrian dan trotoar dibangun menggunakan uang pemerintah untuk memberikan hak kepada pejalan kaki, bukan untuk ditempati membangun rumah atau tempat usaha,” tegasnya.

Munafri menambahkan, mencari nafkah adalah hak setiap warga, namun tidak boleh dilakukan di tempat yang melanggar aturan, terlebih jika berdampak pada lingkungan. “Bangunan lapak di atas saluran drainase menyulitkan pembersihan dan berpotensi menimbulkan banjir,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....