Catatan Setahun Andalan Hati: Benahi Komunikasi, Redam Isu Luwu
- 23 Feb 2026 21:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar -Pasangan Gubernur - Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Fatmawati Rusdi telah satu tahun memimpin Sulawesi Selatan. Sejauh ini jalannya pemerintahan masih tergolong stabil kendati dengan sejunlah catatan.
Pengamat Politik Universitas Islam Negeri UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Firdaus Muhammad kepada RRI Senin, 23 Februari 2026 memberikan evaluasi mendalam terhadap satu tahun masa pemerintahan pasangan dengan tagline "Andalan Hati". Meskipun secara umum progres pembangunan berjalan positif, terdapat beberapa catatan kritis yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Sektor infrastruktur dan ekonomi dinilai menunjukkan capaian yang signifikan melalui perbaikan jalan provinsi serta konektivitas antarwilayah. Selain itu, penguatan irigasi pertanian dan tren positif pemberdayaan UMKM dianggap berhasil menekan angka inflasi di berbagai daerah."Ujar Prof Firdaus.
"Bidang pendidikan dan kesehatan juga tidak luput dari capaian positif melalui program digitalisasi serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Pemerintah daerah dinilai berhasil meningkatkan sarana kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan di berbagai rumah sakit rujukan." tambahnya.
Meski terdapat sejumlah pencapaian, Prof. Firdaus memberikan catatan kritis mengenai lemahnya komunikasi politik antara pihak eksekutif dengan lembaga legislatif. Ketidakharmonisan ini terlihat dari beberapa kali absennya pemerintah daerah dalam pertemuan penting bersama DPRD yang memicu sentimen negatif publik.
"mungkin terlalu dominan secara politik mengendalikan politik, maka kita melihat dari segi komunikasi politiknya di awal dengan DPRD legislatif itu cenderung tidak sejalan. Mungkin karena terlalu kuat pemerintahan, sehingga DPR dalam beberapa kali pertemuan itu tidak dihadiri misalnya, sehingga itu melahirkan opini publik bahwa ini ada persoalan komunikasi politik antar lembaga." Tuturnya.
Gaya kepemimpinan yang cenderung birokratis dan sentralistik juga menjadi sorotan karena dianggap menghambat kelancaran koordinasi internal. Isu sensitif mengenai desakan pemisahan wilayah Luwu Raya turut mencuat akibat orasi politik yang dinilai kurang responsif terhadap aspirasi lokal.
"Diksi yang digunakan dalam komunikasi publik Gubernur perlu lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi ketimpangan pembangunan di wilayah tersebut. Pola Komunikasi Pak Gubernur memang perlu perbaiki, lebih banyak mengajak diskusi kepala daerah dan juga tokoh Masyarakat dari Luwu,"tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....