Kalapas: Ramadhan Momentum Pembinaan Spiritual WBP di Lapas
- 22 Feb 2026 10:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Kegiatan pengajian di Lapas Kelas IIB Maros selama bulan suci Ramadhan terus ditingkatkan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIB Maros Ali Imran menegaskan bahwa momen Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas ibadah sekaligus menghadirkan suasana spiritual yang lebih kondusif di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas menjelaskan, pihaknya telah menyusun jadwal khusus pengajian bersama yang dilaksanakan secara rutin, termasuk pengajian berkelompok pada sore hari. Program ini dirancang agar warga binaan memiliki ruang pembelajaran agama yang terarah dan berkelanjutan selama menjalani masa pidana. “Selama bulan suci Ramadhan, kegiatan ibadah kita tingkatkan khusus untuk warga binaan. Ada jadwal pengajian bersama dan juga pengajian berkelompok di sore hari,” ujarnya Sabtu, 21 Februari 2026.
Selain itu, Lapas Kelas IIB Maros juga menjalin kerja sama dengan lembaga keagamaan di Kabupaten Maros untuk menghadirkan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang dewasa atau metode dirosa. Program ini berfokus pada pembelajaran dasar membaca Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hingga tajwid, dan direncanakan segera berjalan dalam waktu dekat.
Menurut Kalapas, pihak lapas juga memberikan ruang yang lebih luas bagi warga binaan untuk mendalami agama selama Ramadhan. Pada malam hari, setelah berbuka puasa, warga binaan difasilitasi melaksanakan salat Isya berjamaah di masjid, dilanjutkan dengan ceramah agama yang menghadirkan penceramah bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Tidak hanya itu, rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan salat Tarawih berjamaah serta kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diikuti sekitar 20 warga binaan secara bergantian. Dalam pelaksanaannya, mereka menamatkan bacaan Al-Qur’an dalam beberapa pertemuan dan kembali mengulang dari awal sebagai bentuk pembiasaan ibadah.
Kalapas juga menyebutkan bahwa penyesuaian jadwal kunjungan turut dilakukan selama Ramadhan. Jika sebelumnya kunjungan dibuka pada pagi hari, kini dialihkan ke sore hari agar keluarga dapat membawa makanan tambahan bagi warga binaan untuk berbuka puasa sekaligus mempererat kedekatan emosional.
Ia berharap, melalui peningkatan kegiatan pengajian dan ibadah di bulan Ramadhan, warga binaan tetap merasa nyaman secara spiritual meskipun berada di dalam lapas.
“Harapan kami, momen Ramadhan ini membuat warga binaan merasakan kedekatan dengan keluarga, tetap nyaman beribadah, serta memperbanyak amal ibadah walaupun sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....