Deputi BI: Ekonomi Makassar Tumbuh Lebih Cepat dari Nasional, Inflasi Terkendali

  • 21 Feb 2026 09:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatatkan capaian positif di bidang ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tercatat melampaui rata-rata nasional dan provinsi, sementara inflasi berhasil dijaga tetap terkendali.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengungkapkan bahwa berdasarkan data kuartal III tahun 2025, ekonomi Makassar tumbuh sebesar 5,39 persen (year on year). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,01 persen, serta Sulawesi Selatan sebesar 5,04 persen.

“Artinya, Makassar tumbuh lebih tinggi dari rata-rata nasional dan provinsi. Applaus untuk kita semua,” ujar Ricky Satria saat refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan bertagline MULIA di Lapangan Karebosi, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, capaian tersebut juga lebih baik dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 5,1–5,2 persen. Pertumbuhan ekonomi ini mulai memberikan dampak nyata, di antaranya penurunan tingkat kemiskinan dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen pada 2025, serta penurunan tingkat pengangguran dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen.

Menurut Ricky, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan stabilitas harga. Dalam konteks inflasi, Makassar dinilai mampu menjaga stabilitas harga dengan baik. Pada 2025, inflasi Makassar tercatat 1,19 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen dan Sulawesi Selatan 2,8 persen, serta masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen.

“Ketika beberapa daerah mengalami tekanan harga, Makassar relatif stabil. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil program dan kerja sama yang terstruktur,” jelasnya.

Salah satu upaya konkret pengendalian harga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai titik kota. Menariknya, Makassar menjadi kota pertama di Sulawesi Selatan yang menerapkan pembayaran nontunai dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai kombinasi kebijakan sosial dan transformasi digital, yang kemudian menjadi model bagi sejumlah daerah lain.

Ricky juga menilai, wajah Makassar kini berkembang tidak hanya sebagai kota perdagangan dan budaya, tetapi juga kota wisata dan urban lifestyle. Berbagai kegiatan seperti lari pagi, fun bike, komunitas motor, konser musik, festival kuliner, hingga ekonomi kreatif semakin marak.

“Event-event ini bukan sekadar hiburan. Setiap kegiatan menggerakkan perekonomian dan mempercepat digitalisasi karena sebagian besar transaksi dilakukan secara nontunai,” katanya.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat empat faktor utama yang mendorong capaian tersebut. Pertama, digitalisasi yang dimulai dari sumber daya manusia, khususnya ASN. Saat ini, lebih dari 70 persen ASN Kota Makassar telah menggunakan layanan mobile banking dan QRIS, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat.

Faktor kedua adalah transformasi digital melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), yang didukung oleh Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta Bank Indonesia. Program ini mendorong peningkatan PAD melalui pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah.

Beberapa implementasi telah berjalan, seperti pembayaran parkir nontunai di sejumlah titik, retribusi pasar tradisional di Pasar Daya dan Terminal Daya, pembelian air tangki PDAM, serta retribusi OPD lainnya. Faktor ketiga adalah kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dengan Bank Sulselbar dan perbankan lainnya melalui pemanfaatan layanan Cash Management System, guna mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan efisien. “Ini bukan sekadar inovasi, tetapi reformasi tata kelola pemerintahan,” tegas Ricky.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, serta transformasi digital yang menyeluruh, Makassar dinilai mampu menjadi kota yang semakin produktif, modern, dan dinamis.

“Semua ini menjadi bukti kerja sama, inovasi, dan transformasi digital yang dimulai dari manusia hingga sistem,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....