Balai Sarkiah Diresmikan, Takalar Nyalakan Cahaya Peradaban Islam
- 15 Feb 2026 23:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Takalar - Mentari pagi menyinari Desa Sabintang, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Takalar, pada Minggu, 15 Februari 2026. Ditengah hamparan pesisir yang tenang, sebuah ikhtiar besar untuk membangun peradaban dimulai. Balai Sarkiah resmi dihadirkan sebagai pusat pembelajaran, penguatan spiritual, dan pelayanan sosial sebuah ruang bersama yang diharapkan menjadi sumber cahaya bagi masyarakat sekitar.
Peresmian berlangsung penuh kekhidmatan dan haru. Hadir langsung Nasaruddin Umar bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh nasional, tokoh agama, serta ratusan warga yang memadati lokasi dengan penuh antusias. Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Ibu Serviati Oesman, didampingi Oesman Sapta Odang dan Menteri Agama RI, dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya babak baru pengabdian untuk umat.
Balai Sarkiah yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Al-Tisi kini bertransformasi menjadi pusat pembelajaran keagamaan dan sosial yang lebih inklusif. Perubahan fungsi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang bahwa tempat ibadah juga dapat menjadi pusat pemberdayaan, pendidikan, dan pembinaan karakter.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya menjadikan Sulawesi Selatan, khususnya Takalar, sebagai bagian dari arus besar peradaban Islam dunia. Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan Takalar karena salah satu garis keturunannya berasal dari daerah tersebut. “Kita ingin melahirkan ulama dan pemimpin agama yang bukan hanya dihormati umat Islam, tetapi juga dihargai seluruh umat manusia. Islam Indonesia harus tampil sebagai wajah yang damai, toleran, dan penuh kasih. Dari Takalar, kita menyalakan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kembali warisan intelektual dan spiritual Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar yang jejak sejarahnya terkait erat dengan kawasan ini. Menurutnya, semangat perjuangan dan keluasan ilmu Syekh Yusuf perlu diwariskan melalui pendidikan yang terstruktur dan berorientasi global.
Rencana pembangunan pondok pesantren bertaraf internasional pun tengah digagas sebagai kelanjutan visi tersebut. Pesantren ini diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam modern yang memadukan keilmuan, spiritualitas, serta nilai kemanusiaan universal.
Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan apresiasi atas kontribusi keluarga Oesman Sapta Odang dalam membangun kampung halaman. Ia menilai kehadiran Balai Sarkiah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi peradaban. “Ini adalah contoh nyata bahwa kemajuan daerah dimulai dari kepedulian terhadap pendidikan dan nilai-nilai keagamaan. Kami berharap semakin banyak putra-putri Takalar yang kembali memberi kontribusi bagi tanah kelahirannya,” katanya.
Sementara itu, Oesman Sapta Odang menuturkan bahwa pendirian balai ini merupakan amanah orang tua yang selalu dipegang teguh keluarganya.
“Pesan orang tua kami sederhana: jika diberi kelapangan rezeki, bangunlah rumah ibadah dan rumah ilmu. Dari sanalah lahir keberkahan dan kemakmuran sejati,” tuturnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, yang turut mendampingi Menteri Agama, menambahkan bahwa Balai Sarkiah menjadi contoh kolaborasi harmonis antara masyarakat, keluarga, dan negara dalam menghidupkan nilai-nilai moderasi beragama. “Dari ruang-ruang pendidikan seperti inilah lahir Islam yang ramah, inklusif, dan memanusiakan. Desa Sabintang hari ini mengajarkan bahwa cahaya peradaban bisa tumbuh dari mana saja,” ujarnya.
Peresmian juga dirangkaikan dengan penyerahan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas kepada yayasan pengelola, sebagai wujud komitmen pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
Di bawah langit Takalar yang cerah, Balai Sarkiah kini berdiri sebagai simbol harapan dan kolaborasi. Dari desa kecil di pesisir ini, tumbuh tekad besar untuk menghadirkan peradaban Islam Indonesia yang berilmu, damai, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....