Tak Dianggarkan, Jalan dan Jembatan Minasaupa Memprihatinkan

  • 14 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Waktu seakan berjalan lambat bagi warga Desa Minasaupa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2020, ruas jalan utama sepanjang kurang lebih 500 meter di desa tersebut dibiarkan dalam kondisi rusak parah dan dipenuhi lubang.

Setiap musim hujan tiba, genangan air menutup permukaan jalan, menyamarkan lubang-lubang yang mengintai dan mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Kerusakan ini bukan persoalan baru.

Kepala Desa Minasaupa, Rusman, menuturkan bahwa jalan tersebut telah mengalami kerusakan serius selama lima tahun terakhir. Pemerintah desa, kata dia, tidak pernah absen mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya. Namun hingga kini, harapan itu belum juga berbuah realisasi.

Upaya memperjuangkan perbaikan infrastruktur juga dilakukan pada tahun 2024 dengan mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros. Sayangnya, pengajuan tersebut terkendala alasan efisiensi anggaran, sehingga perbaikan kembali tertunda.

Ironisnya, dalam hasil Musrenbang Kecamatan Bontoa tahun 2026, perbaikan jalan Desa Minasaupa tidak masuk dalam daftar alokasi anggaran. Pemerintah desa diminta menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kemungkinan perubahan anggaran.

“Kami dari pemerintah desa tiap tahun mengusulkan perbaikan saat Musrenbang, namun sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Rusman, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kondisi ini memaksa warga untuk tidak tinggal diam. Pada tahun 2025, masyarakat bergotong royong menimbun jalan dengan batu-batu kecil sebagai solusi darurat agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap bisa melintas. Meski demikian, upaya swadaya tersebut tentu tidak mampu menjadi solusi jangka panjang.

Tak hanya jalan, jembatan kayu penghubung antar dusun di Desa Minasaupa juga berada dalam kondisi memprihatinkan. Struktur yang telah rapuh bahkan pernah menyebabkan satu unit mobil dan satu sepeda motor terperosok. Demi keselamatan, warga kini beralih ke jembatan alternatif. Namun, jembatan pengganti itu pun mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, terutama pada bagian besi yang kian lapuk dimakan usia.

Selama bertahun-tahun, warga Minasaupa hidup berdampingan dengan infrastruktur yang tak lagi layak. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan menghadirkan solusi nyata, sebelum kerusakan ini kembali memakan korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....