Jumat Berkah Lapas Kelas IIB Maros Bangun Spirit Warga Binaan

  • 14 Feb 2026 13:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Maros terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui Program Jumat Berkah. Program ini menjadi bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memperkuat pendekatan pembinaan yang humanis dan transformatif di lingkungan pemasyarakatan.

Setiap Jumat pagi, warga binaan dengan antusias mengikuti pengajian rutin yang digelar di aula utama lapas. Kegiatan yang dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan tausiyah ini dirancang tidak sekadar sebagai rutinitas ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan perbaikan diri.

“Saya merasa ini menjadi titik balik bagi hidup saya,” kata IB, salah seorang warga binaan, Jumat, 13 Februari 2026. “Melalui pengajian Jumat Berkah, saya menjadi lebih tenang dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.” urainya.

Menurut Hamka Mahmud, Penyuluh Agama Islam utusan Kementerian Agama Kabupaten Maros, kegiatan ini memberi ruang konkret bagi warga binaan untuk merenung, memperbaiki sikap, dan memperkuat spiritualitas mereka.

“Jumat Berkah bukan hanya sekadar pengajian. Ini menjadi tempat di mana warga binaan dapat mengevaluasi diri, memahami nilai-nilai kehidupan, dan berusaha untuk menjadi manusia yang lebih produktif setelah masa pidana mereka,” ujar Hamka.

Kegiatan yang rutin digelar setiap pekan ini mendapat sambutan positif dari seluruh warga binaan. Bagi sebagian dari mereka, rutinitas keagamaan yang dikemas dengan pendekatan dialogis dan reflektif memberi dampak psikologis yang signifikan. Suasana menjadi lebih kondusif, warga binaan tampak lebih damai, bahkan mulai mengevaluasi pilihan hidup mereka.

Program Aksi Mendukung Asta Cita Presiden

Program Jumat Berkah merupakan bagian dari strategi yang lebih luas di bawah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menyasar peningkatan kualitas layanan pembinaan serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.

Melalui program ini, Kementerian bertujuan menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan nyata. Pendekatan kesejahteraan spiritual seperti pengajian rutin menjadi salah satu pilar penting, sejalan dengan komitmen untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun bangsa yang berakar pada nilai-nilai moral, inklusif, dan berbudaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....