Pemprov Sulsel Masifkan Penanggulangan TBC dengan Desa Siaga

  • 07 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memasifkan langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program Desa Siaga TBC pada tahun 2026. Upaya ini mencakup skrining massal menggunakan teknologi mutakhir hingga edukasi ke sekolah-sekolah untuk memutus mata rantai penularan. 

Demikian disampaikan Andi Julia Junus selaku Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar edisi Jumat, 6 Februari 2026. Penanggung Jawab Program TBC Sulsel, Ibu Andi Julia Junus, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan skrining di lingkup Kantor Gubernur dengan sasaran utama personel Satpol PP. Kelompok ini dipilih karena mobilitas dan interaksinya yang tinggi sehingga dianggap berisiko.

“Ya, untuk Provinsi Sulawesi Selatan sendiri sudah ada beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan, Kemarin, baru-baru saja kita melakukan screening di kantor Gubernur dengan targetnya adalah Satpol PP, karena seperti kita ketahui bahwa Satpol PP itu merupakan kelompok yang memang salah satu kelompok yang berisiko ya dengan TBC,” kata Andi Julia kepada RRI.

Dikatakan, Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan alat X-ray Portabel yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan hasil pemeriksaan paru-paru terbaca secara instan, sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat dan akurat di lapangan.

Selain pemeriksaan paru, masyarakat juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis yang meliputi Pemeriksaan kolesterol, Pemeriksaan asam urat, dan Pemeriksaan gula darah dan tekanan darah.

“kemudian kita melakukan pemeriksaan cek kesehatan gratis, di mana cek kesehatan gratis itu adalah kolesterol, asam urat, kemudian gula darah, kita juga ada pengukuran tensi ya, Nah, di situ kita lakukan screening secara lengkap penyakit menular maupun penyakit tidak menular dan Setelah itu, kita arahkan untuk pemeriksaan foto rontgen, Jadi sekarang kita punya foto rontgen yang sifatnya portabel, yang bisa dibawa ke mana-mana dan juga simpel,” katanya kepada RRI.

Tahun ini, program juga akan mulai menyasar siswa SMA, khususnya di wilayah Makassar, Gowa, dan Maros. Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada remaja mengenai gejala dan pencegahan TBC.

Keberhasilan program ini juga bergantung pada peran aktif para kader di Desa Siaga TBC. Para kader diberikan pelatihan khusus (on the job training) untuk melakukan pendampingan, edukasi, dan membantu merujuk suspek TBC ke Puskesmas agar segera mendapatkan pengobatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....