Lawan Stigma TBC Melaui Media Sosial

  • 07 Feb 2026 11:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar : Stigma sosial masih menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit Tuberkulosis TBC di masyarakat sehingga strategi edukasi yang lebih inklusif dan modern yaitu melalui media sosial. Demikian disampaikan Andi Julia Junus selaku Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar edisi Jumat, 6 Februari 2026.

“Sekarang yang lebih jitu saya kira untuk zaman sekarang ya adalah dengan medsos, media sosial jadi Memang kita sudah harus terbuka terkait dengan TBC, tidak boleh disembunyikan, Jadi kepada Dinas kita memang mengharapkan bahwa kita sebaiknya menyebarluaskan informasi-informasi terkait dengan TBC melalui kanal-kanal media sosial ya, sehingga masyarakat bisa memahami karena stigma ini bisa dihalangi apabila masyarakat paham,” kata Andi Julia kepada RRI.

Diusungnya strategi edukasi yang lebih inklusif dan modern oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengatasi stigmatisasi tentang penyakit TBC ini karena stigma tersebut sering kali menjadi penghambat utama bagi penderita untuk datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Dikatakan, Mengingat stigma adalah masalah sosial yang kompleks, metode edukasi tidak bisa dilakukan secara instan. Edukasi harus dilakukan secara perlahan dan berkelanjutan agar pemahaman masyarakat dapat terbentuk dengan baik. Salah satu kanal utama yang digunakan dalam strategi ini adalah media sosial (medsos).

“Nah, saya kira PR-nya sama saja, Jadi secara umum memang perlu dilakukan secara pelan-pelan Karena kalau kita melakukan aksi secara masif, ini justru akan memperbesar stigmanya, Jadi memang edukasi harus dilakukan secara pelan-pelan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang, Nah, kalau sekarang yang lebih banyak biasa kita lakukan penyuluhan, saya kira tidak terlalu efektif kita lakukan penyuluhan kepada masyarakat,” katanya kepada RRI.

Pemilihan media sosial didasarkan pada fakta bahwa penggunaan gawai (gadget) kini telah menyentuh seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadikan media sosial sebagai alat yang sangat efisien untuk menyebarluaskan informasi mengenai TBC secara terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh siapa saja.

Iya, Jadi kalau mengenai masalah informasi, saya kira sudah banyak ya kita bisa baca di mana pun di media sosial di mana pun, Jadi memang kami dari Dinas Kesehatan Provinsi sering melakukan yang namanya on the job training ya khususnya kepada kader-kader kita terkait dengan masalah tuberkulosis,” kata Penanggung Jawab Program TB SulSel kepada RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....