Tiga Faktor Kunci Sukses Program Desa Siaga TB
- 07 Feb 2026 10:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Keberhasilan program Desa Siaga TB sangat bergantung pada tiga faktor krusial: komitmen pemerintah setempat, kualitas Sumber Daya Manusia SDM, dan ketersediaan dana. Demikian disampaikan Andi Julia Junus selaku Penanggung Jawab Program TB SulSel saat berbincang bersama lewat Talksow Indonesia sehat bersama Pro 1 RRI Makassar edisi Jumat, 6 Februari 2026.
Tantangan pertama adalah Komitmen pemerintah daerah setempat dari pimpinan wilayah terkecil, seperti kepala desa dan lurah, adalah fondasi utama dalam memutus rantai penularan. " Iya, kalau tantangan terbesar sebenarnya itu adalah komitmen, Komitmen pemerintah daerah setempat Jadi kalau memang pemerintah daerah setempatnya, dalam hal ini adalah kepala desa dan lurah, mempunyai komitmen untuk memberantas TBC di wilayahnya, tentu upaya kita untuk eliminasi TB akan tercapai, Jadi yang pertama adalah komitmen," katanya.
Tantangan kedua ialah Sumber Daya Manusia SDM, peran kader kesehatan sebagai SDM di lapangan menjadi sorotan. Kader dinilai sebagai ujung tombak karena posisinya yang paling dekat dengan komunitas. Mereka bertanggung jawab dalam memaksimalkan fungsi Desa Siaga, mulai dari sosialisasi hingga deteksi dini. “Kemudian yang kedua itu adalah SDM, SDM dalam artian adalah kader mungkin ya, Jadi kader merupakan bagian di ujung tombak yang memang dekat dengan masyarakat, Ini sangat penting dalam upaya memaksimalkan yang namanya Desa Siaga,” kata Penanggung Jawab Program TB SulSel kepada RRI.
Tantangan ketiga adalah ketersediaan dana. Dukungan dana desa atau kelurahan sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan krusial. “Kemudian yang ketiga adalah ketersediaan dana, Namanya kalau dana, kita harapkan anggaran ya, anggaran untuk beberapa kegiatan-kegiatan yang bisa men-support kepada kader-kader untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, penemuan, dan terakhir adalah kepada pendampingan masyarakat yang sementara dalam pengobatan TBC,” kata Julia kepada RRI.
Lebih lanjut Penanggung Jawab Program TB SulSel dalam talkshow Indonesia sehat ini mengatakan Melalui sinergi antara komitmen pimpinan desa, keaktifan kader, dan dukungan pendanaan yang memadai, Desa Siaga TB diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan utama dalam mewujudkan Sulawesi Selatan bebas TBC.
Seperti yang diketahui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembentukan Desa Siaga TBC sebagai langkah strategis untuk menekan angka kasus Tuberkulosis salah satunya dengan menghadirkan Desa Siaga TBC.
Dikatakan pula, Melalui keberadaan Desa Siaga TBC, diharapkan masyarakat lebih proaktif dalam mendeteksi gejala sejak dini dan menghilangkan stigma terhadap pasien, sehingga mata rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dapat diputus secara efektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....