Revitalisasi Bahasa Daerah Perkuat Pendidikan Berbasis Budaya Sulsel
- 06 Feb 2026 09:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) menjadi salah satu prioritas utama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya perlindungan bahasa daerah. Program ini telah berjalan selama empat tahun terakhir dan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya lokal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag, saat menjadi narasumber dialog PRO4 RRI Makassar, Rabu, 4 Februari 2026. Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah merupakan bagian penting dari strategi perlindungan bahasa yang telah dirancang secara berkelanjutan.
“Salah satu prioritas kami adalah perlindungan bahasa daerah. Dalam perlindungan itu ada kegiatan yang kita kenal dengan Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD,” ujar Toha.
Program RBD dirancang untuk menyentuh dunia pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai etika budaya, seperti Sipakatau, ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu, Balai Bahasa melibatkan para guru master yang telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menghidupkan kembali bahasa daerah melalui kurikulum sekolah.
“Kami mengajak guru master yang kita latih dalam revitalisasi bahasa daerah. Mereka inilah yang kemudian mewarnai pembelajaran bahasa daerah di sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Toha Machsum menuturkan bahwa kebijakan revitalisasi bahasa daerah telah dimasukkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, sebagai langkah konkret untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pemahaman tingkat tutur bahasa oleh guru agar nilai kesantunan dapat diajarkan secara efektif kepada peserta didik.
Selain penguatan kurikulum, Balai Bahasa Sulawesi Selatan juga memperkuat literasi melalui penyusunan buku-buku bermutu yang menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar. Buku-buku tersebut dirancang agar nilai-nilai budi pekerti dan kearifan lokal dapat terinternalisasi secara alami dalam diri siswa.
Langkah strategis ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga identitas dan peradaban bangsa.
“Jika dilaksanakan secara konsisten, terus-menerus, dan berkelanjutan dengan sinergi bersama pemerintah daerah, saya yakin nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah dapat terinternalisasi pada peserta didik,” tegas Toha.
nergi dengan Pemerintah daerah juga terus kita lakukan, saya yakin bahwa nilai-nilai budaya, hal-hal yang positif, kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah itu bisa terinterlisasi pada peserta peserta didik, ” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....