Asesmen Lapangan Magister Farmasi UMI Makassar Dimulai
- 04 Feb 2026 16:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menyambut kedatangan asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes) dalam rangka asesmen lapangan Program Studi Magister Farmasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Lantai 1 PPs UMI, Selasa, 3 Februari 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari proses reakreditasi Prodi Magister Farmasi yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Februari 2026. Asesmen lapangan bertujuan memverifikasi dokumen borang, menilai mutu akademik, serta memastikan kesesuaian standar pendidikan tinggi kesehatan yang diterapkan program studi.
Dua asesor yang ditugaskan dalam kegiatan tersebut yakni Prof. Dr. Apt. T. N. Saifullah S., M.Si. dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Prof. Apt. Erindyah Retno Wikantyasing, M.Si., Ph.D. dari Unismuh Surakarta. Keduanya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, serta sarana pendukung pembelajaran.
Tim asesor disambut langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara, ST., MT., Direktur PPs UMI Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., MH., Ketua LPM UMI, serta Ketua Program Studi Magister Farmasi bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Rektor UMI menyampaikan komitmen institusi untuk terbuka terhadap seluruh proses evaluasi yang dilakukan asesor. Menurutnya, asesmen menjadi momentum penting untuk meningkatkan mutu dan daya saing program studi secara berkelanjutan.
“Kami membuka diri dalam rangka reakreditasi Magister Farmasi UMI. Kami telah mempersiapkan kebutuhan dalam reakreditasi ini dan mengundang para stakeholder untuk hadir memberikan penguatan dan penjelasan terkait kebutuhan informasi asesmen lapangan ini,” ujar Hambali.
Ia berharap proses asesmen berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi Prodi Magister Farmasi. Menurutnya, peningkatan status akreditasi tidak hanya berdampak pada reputasi institusi, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat dan kualitas lulusan di bidang kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....