Unismuh Makassar Gelar PKM Literasi Digital di Gowa
- 04 Feb 2026 12:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Gowa – Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Muhammadiyah Limbung, Kabupaten Gowa, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema penguatan literasi digital berbasis Fikih Informasi Muhammadiyah guna membekali guru dan siswa dalam menghadapi maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta perundungan di media sosial.
PKM berlangsung di ruang guru SMP Muhammadiyah Limbung dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, serta siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, mengingat isu literasi digital dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial di kalangan pelajar.
Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, Dr. Syukri, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa ilmu komunikasi tidak cukup dipelajari secara teoretis di kelas, tetapi harus diterapkan secara nyata untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan komunikasi digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat sekaligus tantangan, sehingga diperlukan pendampingan yang tepat bagi pendidik dan siswa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kesempatan kolaborasi tersebut. “Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan tentang literasi digital dan Fikih Informasi Muhammadiyah agar warga sekolah lebih bijak bermedia sosial,” ujarnya.
Kepala SMP Muhammadiyah Limbung, Muzakkir, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan PKM tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah. Ia berharap kerja sama dengan Unismuh Makassar dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak program studi. Menurutnya, kehadiran dosen dari lingkungan persyarikatan Muhammadiyah memberi motivasi tersendiri bagi guru dan siswa dalam meningkatkan kapasitas diri.
Pada sesi materi, narasumber Muannas, S.Sos., M.Ikom dari Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memproduksi dan menyebarkan informasi di media sosial. “Jika informasi yang disebarkan mengandung hoaks, dampaknya bisa menjadi dosa berjamaah dan berkonsekuensi panjang. Karena itu, setiap pesan harus diverifikasi sebelum dibagikan,” katanya, seraya mengingatkan bahwa jejak digital sulit dihapus.
Sementara itu, pemateri kedua Dr. M. Amin Umar, S.Ag., M.PdI., menjelaskan konsep Fikih Informasi Muhammadiyah sebagai pedoman etis dalam menerima dan menyebarkan informasi berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Prinsip tabayyun, kejujuran, objektivitas, serta tanggung jawab sosial ditekankan untuk menjaga ukhuwah dan mencegah perpecahan akibat hoaks. Ketua Tim PKM, Arni, S.Kom., M.I.Kom., menambahkan guru dibekali keterampilan verifikasi informasi dan etika digital agar menjadi agen utama pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, Unismuh berharap literasi digital di lingkungan sekolah semakin kuat dan mampu menekan penyebaran konten negatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....