Hadapi Revalidasi, Status Geopark Maros–Pangkep Dioptimalkan
- 01 Feb 2026 21:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Menjelang kedatangan tim asesor UNESCO yang dijadwalkan melakukan penilaian dan revalidasi Global Geopark Maros–Pangkep pada Juli 2026, berbagai pihak menyatakan optimisme dan harapan besar agar status geopark dunia tersebut dapat terus dipertahankan.
General Manager Maros Mountain Bioreserve Global Geopark, Dedy Irfan Bahari, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat, khususnya kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni ke Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
“Kehadiran Pak Menteri di Bantimurung merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengelolaan taman nasional yang juga menjadi salah satu mitra penting dalam pengelolaan Geopark Maros–Pangkep,” ujar Dedy Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi sinyal positif dalam memperkuat kolaborasi konservasi di Kabupaten Maros, Pangkep, dan Sulawesi Selatan secara umum, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi penilaian UNESCO.
Dedy mengungkapkan, dari sisi administratif, persiapan revalidasi telah mencapai tahap krusial. Seluruh dokumen revalidasi UNESCO telah dikirimkan ke Komite Nasional Geopark Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini seluruh dokumen revalidasi sudah kami kirim. Secara dokumen, persiapan sudah 100 persen. Tinggal persiapan fisik di lapangan yang saat ini sudah sekitar 80 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) telah menyatakan komitmen penuh untuk terlibat aktif dalam menyambut kedatangan asesor UNESCO.
Sementara itu, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menteri Kehutanan ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan jantung geopark yang harus dijaga secara berkelanjutan.
“Kawasan geopark ini harus tetap menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam di dalamnya. Kami berharap ada dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kehutanan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan dan destinasi wisata,” kata Chaidir Syam.
Hal senada disampaikan Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau. Ia menegaskan pentingnya dukungan semua pihak agar UNESCO Global Geopark Maros–Pangkep tetap terjaga statusnya.
“Pengembangan wisata harus dilakukan tanpa merusak alam. Ekosistem tetap dijaga, tetapi di sisi lain juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan inovasi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Penilaian UNESCO ini merupakan bagian dari proses revalidasi berkala untuk memastikan standar pengelolaan geopark dunia tetap terpenuhi, mulai dari pelestarian geologi, budaya, hingga keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kesiapan pengelola geopark, Geopark Maros–Pangkep diharapkan mampu kembali mempertahankan statusnya sebagai salah satu Global Geopark UNESCO kebanggaan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....