Pangdam XIV/Hasanuddin Memitigasi Wartawan Darurat Bencana Banjir

  • 30 Jan 2026 21:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menjalin kebersamaan dengan wartawan yang dikemas dalam coffee morning bersama wartawan,di pinggir kolam renang Tirta Lontara Markas Kodam, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Jumat, 30 Januari 2026. Coffee morning Tersebut juga dihadiri Kasdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Sugeng Hartono dan para pejabat utama Kodam XIV/Hasanuddin.

Selain silaturahmi dengan wartawan, Pangdam juga memberikan edukasi mitigasi bencana, khususnya banjir dengan memanfaatkan tas ransel dan kantong plastik sebagai alat apung darurat bantu di lokasi banjir. Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan Coffee morning digelar dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia, seperti Sumatera dan Jawa.

Pangdam menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan media yang kerap berada di garis depan saat bencana terjadi. "Keberadaan awak media dan prajurit TNI di lokasi bencana memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan, dimana ada bencana disitu ada awak media. Di mana ada bencana di situ pasti ada tentara, jadi ini seperti simbiosis,” Kata Mayjen TNI Bangun Nawoko.

‎”Pagi ini sengaja saya meminta untuk bisa bersilaturahmi dengan para awak media, ini dilatarbelakangi dengan peristiwa bencana Sumatra dan Jawa,” Tambahnya.

‎Pangdam dan prajurit Jasdam XIV/Hasanuddin memperagakan simulasi sederhana jika berada di lokasi bencana banjir saat melintasi air dengan membawa bawaan. Tas bawaan yang diisi berbagai keperluan sehari - hari di lokasi banjir dimasukkan ke dalam kantong plastik di dalam tas lalu diikat untuk tidak bocor.

"Ransel atau tas yang biasa digunakan sehari-hari dapat berfungsi sebagai alat apung dengan memanfaatkan kantong plastik yang diisi udara dan tidak bocor dapat terapung diatas air menjadi pegangan apung hingga lima orang,"Jelas Mayjen TNI Bangun Nawoko. ‎

”Tas yang teman-teman wartawan sering pakai itu mungkin tas punggung, bahkan masyarakat juga seperti itu di dalamnya biasa ada pakaian, hp, laptop dan lain sebagainya itu tinggal dimasukkan ke dalam plastik kemudian ditiup, lalu plastik diikat kemudian ransel ditutup," Kata Pangdam.

Metode ini lanjut pangdam juga relevan digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir maupun nelayan saat menghadapi kondisi darurat di laut juga sangat bisa digunakan oleh masyarakat yang daerahnya sering terjadi bencana banjir, atau bahkan nelayan itu bisa juga digunakan saat situasi darurat.

"‎Akhir-akhir ini banyak terjadi bencana maka kita memberikan sedikit edukasi bagaimana cara melakukan metode saat keadaan darurat contohnya itu banjir," ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....