Psikolog: Orang Tua Harus Menjadi Sahabat Remaja

  • 26 Jan 2026 12:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Kunci utama untuk menjaga pergaulan remaja tetap sehat dan menghindari sikap tertutup anak adalah dengan memposisikan orang tua sebagai sahabat. Demikian disampaikan Musdalifah Nihaya seorang Psikolog saat berbincang dalam dialog Pengarusutamaan gender di Pro 1 RRI Makassar edisi, Senin, 26 Januari 2026.

“jawabannya adalah menjadi sahabat. Kenapa? Karena remaja ini ketika bersama sahabatnya dia akan terbuka semuanya Ketika menjadi sahabat mereka akan menyampaikan unek-uneknya,” kata Musdalifah Nihaya seorang Psikolog kepada RRI.

Dikatakan, bahwa Di tengah kecanggihan teknologi mengingatkan para orang tua agar tidak terlena setelah memberikan fasilitas gadget kepada anak. Menurutnya, akses terhadap media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram memerlukan pengawasan yang selaras dengan kebebasan yang diberikan sehingga disarankan agar orang tua untuk mengikuti (follow) akun media sosial anak guna mengenali hobi dan lingkaran pertemanan mereka secara lebih dekat.

“Apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini, kadang orang tua itu merasakan bahwa setelah memberikan handphone, setelah memberikan gadget, setelah memberikan laptop, anakku sudah tenang Padahal anak remaja itu sedang berkeliling-keliling dunia sosmed lihat TikTok, lihat Facebook, lihat Instagram, Saya ingin menyampaikan kepada orang tua ayo kita sama-sama sadar bahwa HP dan tablet, laptop yang ada di tangan anak Anda itu butuh sangat butuh dengan pengawasan orang tua dengan kita memberikan handphone berarti itu harus selaras dengan kita harus mengontrol anak-anak remaja kita,” kata Musdalifah Nihaya seorang Psikolog kepada RRI.

Lebih lanjut dikatakan, Salah satu poin krusial yang dibahas adalah cara membangun komunikasi agar anak mau terbuka tanpa rasa takut. Orang tua diajak untuk menggunakan "pertanyaan terbuka" guna memancing jawaban yang lebih deskriptif dari anak. Hindari Pertanyaan Tertutup tetapi Gunakan Pertanyaan yang akan mendorong anak bercerita lebih panjang dan mengungkapkan isi hatinya.

Ditambahkan, agar para ibu meluangkan waktu sejenak untuk healing time sebelum berinteraksi dengan anak, agar bisa bersikap lebih lunak dan hangat. Dengan menunjukkan perhatian kecil seperti elusan atau pertanyaan tentang keseharian, anak akan merasa lebih nyaman untuk berbagi rahasia atau permasalahan pribadi mereka. Ditekankan pula orangtua membutuhkan ilmu yang terus diperbarui, terutama dalam memahami perubahan sikap remaja agar hubungan tetap terjaga tanpa adanya sekat rasa takut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....