Sinergi Ayah dan Ibu dalam Keluarga

  • 26 Jan 2026 12:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar: Dalam upaya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak remaja, peran aktif kedua orang tua menjadi kunci utama sehingga Sinergi Ayah dan Ibu sebagai Tim Solid. Demikian disampaikan Musdalifah Nihaya seorang Psikolog saat berbincang dalam dialog Pengarusutamaan gender di Pro 1 RRI Makassar edisi, Senin, 26 Januari 2026.

Dikatakan, rumah harus menjadi tempat ternyaman bagi anak agar mereka tidak merasa canggung atau merasa dianggap sebagai orang asing oleh orang tuanya sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh para orang tua yakni pentingnya Sinergi Ayah dan Ibu sebagai Tim Solid, Kualitas Waktu (Quality Time) di Atas Kuantitas, serta Komunikasi Positif dan Terbuka.

Pendidikan anak bukan hanya beban seorang ibu. Figur ayah sangat dibutuhkan sebagai pelindung dan sosok yang tegas dalam mendisiplinkan anak. Ketika ayah dan ibu bekerja sama sebagai tim yang solid, remaja akan merasa lebih aman dan berani untuk terbuka kepada orang tua. Selain itu, kehadiran ayah yang suportif terbukti dapat menjaga kesehatan mental dan fisik ibu dalam mengurus rumah tangga.

“Peran ayah dalam rumah tangga itu adalah seperti pelindung, seperti pengawas, sosok yang tegas, sosok yang akan mendisiplinkan anak, sosok yang akan membuat anak-anak nyaman Jadi terkadang seorang di dalam rumah tangga itu semua orang-orang awam memikirkan, merasakan bahwa hanya ibu rumah tangga saja yang punya beban Padahal, di dalam rumah tangga itu bukan hanya bebannya pada ibu, tetapi pada ayah. Bagaimana seorang ayah mempunyai tugas mendampingi remaja, bagaimana seorang ibu mendampingi remaja Sehingga ketika ayah dan ibu menjadi tim yang solid, menjadi tim yang baik, maka anak akan tidak ada kekhawatiran lagi,” kata Musdalifah kepada RRI.

Dikatakan, Kualitas Waktu (Quality Time) di Atas Kuantitas sangatlah penting. Seringkali orang tua menghabiskan waktu berjam-jam di rumah namun tidak menjalin komunikasi yang berkualitas karena terdistraksi oleh gawai (gadget) atau kesibukan lain. Orang tua disarankan menyediakan waktu khusus satu lawan satu (one-on-one) dengan setiap anak secara bergantian setiap bulannya. Saat menghabiskan waktu bersama, sebaiknya nonaktifkan gadget dan fokus penuh pada anak. Waktu yang berkualitas, meskipun hanya dilakukan sesekali, akan jauh lebih terkenang dan bermakna bagi remaja.

Dikatakan pula bahwa pentingnya membangun Komunikasi Positif dan Terbuka. Membangun komunikasi yang positif berarti menghindari gaya bicara yang hanya memerintah atau menyudutkan anak. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik agar anak merasa nyaman menjadikan orang tua sebagai sahabat dan tempat bercerita.

Melalui kolaborasi yang baik antara ayah dan ibu, diharapkan perselisihan serta pertengkaran dalam keluarga dapat diminimalisir, sehingga tumbuh kembang remaja dapat berjalan dengan optimal di lingkungan yang penuh kasih sayang. (Alpianus Ba'ka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....