MAPALA dan KSR UMI Makassar Akhiri Misi SAR
- 25 Jan 2026 21:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Tim Rescue Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi mengakhiri keterlibatan mereka dalam misi kemanusiaan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keputusan penarikan personel ini diambil setelah seluruh korban kecelakaan berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada hari keenam operasi pencarian.
Dengan rampungnya proses evakuasi korban, tahapan operasi SAR di medan ekstrem tersebut dinyatakan selesai sesuai prosedur yang ditetapkan Basarnas. Sebanyak 10 personel MAPALA UMI dan KSR PMI UMI terlibat aktif sejak hari pertama laporan kecelakaan diterima. Selama enam hari penuh, para relawan mahasiswa ini bekerja di bawah koordinasi Basarnas, menyusuri medan terjal Puncak Bulusaraung yang dikenal memiliki kemiringan ekstrem, vegetasi hutan lebat, serta keterbatasan akses logistik.
Ketua Umum KSR PMI UMI, Afriza Pratama Arap, mengungkapkan bahwa tantangan cuaca di kawasan pegunungan kerap berubah secara cepat dan tidak menentu. Meski demikian, seluruh personel tetap menjalankan tugas evakuasi dengan disiplin tinggi, mengutamakan keselamatan tim serta menjaga etika dan kehormatan dalam penanganan jenazah korban.
“Fokus utama kami tidak hanya pada kecepatan pencarian, tetapi juga pada standar keamanan personel dan proses evakuasi yang dilakukan secara profesional dan penuh penghormatan terhadap korban,” ujar Afriza Pratama Arap saat dikonfirmasi usai penarikan tim dari lokasi pencarian, Sabtu 24 Januari 2026.
Keterlibatan MAPALA dan KSR PMI UMI dalam operasi SAR ini menegaskan peran mahasiswa sebagai relawan kemanusiaan yang memiliki kompetensi teknis di medan alam bebas. Tanpa publisitas berlebihan, para personel menjalankan fungsi kemanusiaan di titik-titik yang sulit dijangkau, dengan mengandalkan kesiapan fisik, mental, serta kemampuan navigasi dan vertical rescue.
Dengan ditemukannya korban terakhir, tugas tim rescue mahasiswa Universitas Muslim Indonesia di lapangan dinyatakan selesai. Seluruh personel ditarik mundur dari Puncak Bulusaraung dalam kondisi sehat, setelah sebelumnya menjalani proses evaluasi dan koordinasi akhir bersama Tim SAR Gabungan.
Misi kemanusiaan ini menjadi pengingat penting bahwa kolaborasi antara institusi resmi dan relawan organisasi kemahasiswaan memiliki peran krusial dalam keberhasilan operasi SAR. Dedikasi MAPALA dan KSR PMI UMI menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga siap mengabdi di garis terdepan kemanusiaan saat bencana terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....