Masjid 99 Kubah Kebanggan Masyarakat Kota Makassar

  • 25 Jan 2026 18:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Masjid 99 Kubah bukan sekadar tempat ibadah biasa, ia adalah ikon arsitektur baru yang mendefinisikan cakrawala Kota Makassar. Terletak megah di kawasan reklamasi Center Point of Indonesia (CPI) Tanjung Bunga, sebuah masjid artistik dan menjadi ikon yang berada di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Masjid ini dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2023. Keunikannya terletak pada struktur atapnya yang tidak hanya memiliki satu kubah besar, melainkan puluhan kubah kecil yang tersusun bertingkat dengan degradasi warna jingga yang menyala.

Masjid 99 Kubah atau yang lebih dikenal dengan Masjid 99 Asmaulhusna yakni 99 nama Allah yang mulia dalam ajaran Islam. Setiap kubah merepresentasikan satu nama, menjadikannya sebuah monumen pengingat akan kebesaran Sang Pencipta.

Filosofi ini memberikan dimensi spiritual yang mendalam di balik kemegahan fisiknya, seolah mengajak setiap pengunjung untuk merenungi sifat-sifat Allah sembari mengagumi keindahan seni bangunannya. Dilansir dari laman Wikipedia Indonesia, Masjid ini merupakan masjid terbesar di Sulawesi yang memiliki bangunan dua lantai.

Dalam pembangunannya juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dilansir dari berbagai sumber, masjid yang memiliki banyak warna ini menghabiskan dana lebih dari 160 miliar rupiah.

Tidak hanya dana yang besar, waktu yang dibutuhkan untuk membangun masjid berkubah 99 ini juga tidak sedikit mengingat detailnya terbilang rumit. Arsitektur masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.

Konsep desain masjid ini klasik modern, futuristik dan juga bentuknya unik dengan mengusung tema Asmaulhusna. Bekerja sama dengan arsitek lokal bernama Muhammad Mursif untuk membuat sebuah bangunan.

Sebelumnya, arsitek setempat juga bertemu langsung dengan Ridwan Kamil sebelum masjid tersebut akhirnya dibangun dengan desain yang disepakati bersama dan menggunakan 99 kubah dalam bangunannya, berbeda dengan masjid-masjid yang biasa dijumpai. Ridwan Kamil, yang dikenal sebagai arsitek visioner sebelum menjabat di pemerintahan.

Ia berhasil menggabungkan estetika modern dengan nilai-nilai religius tradisional. Penggunaan warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan oranye pada kubah-kubah tersebut dimaksudkan agar masjid terlihat mencolok dan ikonik, baik di bawah teriknya matahari Makassar maupun saat diterangi lampu pada malam hari.

Secara teknis, pembangunan masjid ini merupakan tantangan tersendiri karena berdiri di atas lahan reklamasi seluas puluhan hektare. Pondasi yang kokoh dan material yang tahan terhadap korosi air laut menjadi prioritas utama mengingat lokasinya yang bersentuhan langsung dengan Selat Makassar.

Meskipun proses pembangunannya memakan waktu beberapa tahun, hasil akhirnya kini berdiri tegak sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Interior masjid ini tak kalah memukau dibandingkan bagian luarnya. Langit-langit yang luas dengan pencahayaan alami yang masuk melalui celah-celah struktur memberikan kesan lapang dan tenang.

Area shalat dirancang untuk menampung ribuan jamaah, menjadikannya pusat kegiatan keagamaan besar di Makassar. Suasana sejuk dari angin laut yang berhembus di area selasar membuat para pengunjung betah berlama-lama untuk beribadah maupun sekadar beristirahat.

Saat matahari mulai terbenam, Masjid 99 Kubah menawarkan pemandangan yang paling magis. Perpaduan antara warna langit senja Makassar yang legendaris dengan siluet kubah-kubah berwarna oranye menciptakan gradasi warna yang luar biasa indah.

Inilah momen yang paling ditunggu oleh para fotografer dan wisatawan untuk mengabadikan gambar, menjadikan masjid ini sebagai salah satu spot paling instagramable di Indonesia Timur. Kehadiran masjid ini juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal di sekitarnya.

Kawasan CPI kini menjadi pusat keramaian baru yang mendorong pertumbuhan UMKM dan aktivitas sosial warga. Banyak keluarga yang datang untuk berjalan santai di sore hari, menikmati kuliner khas Makassar, sambil menunggu waktu shalat tiba.

Masjid ini telah berhasil menjadi magnet yang menyatukan sisi spiritualitas dan gaya hidup urban. Secara keseluruhan, Masjid 99 Kubah adalah simbol kemajuan dan identitas Makassar di era modern.

Ia membuktikan bahwa arsitektur tempat ibadah bisa tampil berani dan ekspresif tanpa kehilangan kesakralannya. Sebagai warisan budaya dan religi, masjid ini akan terus berdiri sebagai saksi bisu perkembangan peradaban di Sulawesi Selatan, menyapa setiap orang yang datang dengan kemegahan dan kedamaiannya yang khas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....