Iye' dan Tabe', Kesantunan Bugis yang Kian Tergerus

  • 21 Jan 2026 23:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sapaan iye' dan tabe' merupakan bagian tak terpisahkan dari khasanah kearifan lokal suku Bugis. Kedua tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai kata sapaan, tetapi senantiasa mengiringi kalimat yang dituturkan dalam interaksi sehari-hari, sekaligus mengandung makna penghormatan antara penutur dan mitra tutur.

Dalam Obrolan Pembinaan Bahasa Daerah di Pro 4 RRI Makassar, Rabu 21 Januari 2026, Widyabasa Ahli Pertama, Charmilasari, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa penggunaan iyek dan tabek mencerminkan nilai kesantunan yang tinggi dalam budaya Bugis. “Makna dari iyek dan tabek adalah bentuk penghormatan. Tuturan ini mengajarkan bagaimana seseorang menempatkan dirinya dengan santun saat berkomunikasi, baik kepada orang yang lebih tua, sebaya, maupun dalam situasi formal,” ujarnya.

Menurut Charmilasari, iyek dan tabek bukan sekadar kata pengisi percakapan, melainkan cerminan adab dan falsafah hidup orang Bugis yang menjunjung tinggi nilai saling menghargai dan memuliakan sesama manusia. Melalui tuturan tersebut, terbangun relasi sosial yang harmonis, penuh etika, dan berlandaskan rasa hormat.

Namun, seiring perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern, penggunaan sapaan iyek dan tabek mulai jarang terdengar, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi ini menjadi perhatian serius, karena hilangnya tuturan tersebut tidak hanya berarti berkurangnya kosakata daerah, tetapi juga lunturnya nilai kesantunan yang terkandung di dalamnya.

“Ketika iyek dan tabek tidak lagi digunakan, yang hilang bukan hanya kata, melainkan juga nilai-nilai menghargai, sopan santun, dan penghormatan dalam berinteraksi sosial,” tambah Charmilasari.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dalam melestarikan penggunaan bahasa daerah, termasuk sapaan khas Bugis tersebut. Dengan membiasakan kembali penggunaan iyek dan tabek dalam komunikasi sehari-hari, generasi muda diharapkan mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur Bugis.

Pelestarian tuturan iyek dan tabek menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya Bugis agar tetap hidup dan relevan di tengah arus globalisasi, sekaligus sebagai upaya mempertahankan nilai kesantunan yang menjadi jati diri masyarakat Bugis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....