Mutuqoblaantamutu: Matikan Dirimu Sebelum Mati

  • 29 Nov 2025 16:14 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Istilah Mutuqoblaantamutu dikenal dalam tradisi tasawuf sebagaiajakan untuk “matilah sebelum mati”. Dalam ajaran Islam, sebagaimana dibahas dalam mutiarazuhud.wordpress.com, ungkapan ini bukan kematian fisik, melainkan prosesmenyadarkan diri dari keterikatan berlebihan pada dunia yang fana dan sementara.Secara bahasa, mutu qabla anta mutu berarti “matilah sebelum kamu mati”.

Menurut Jalaluddin Rumi dalam buku karyanya yang berjudul Fihi Ma Fihi, "matilah sebelum mati" berarti mematikan ego atau sifat-sifat buruk seperti nafsu, keserakahan, kesombongan, dan keinginan duniawi sebelum kematian fisik datang. Ini adalah proses spiritual untuk melepaskan diri dari keterikatan duniawi agar jiwa dapat mencapai kebebasan sejati dan bersatu dengan Tuhan.

Lebih rinci rumi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan matikan dirimu sebelum mati adalah mematikan ego. Rumi mengumpamakan ego sebagai empat unggas yang harus dibunuh:yaitu bebek (kerakusan), ayam jantan (nafsu), merak (kesombongan), dan gagak (keinginan).

Kematian spiritual: Dengan mematikan ego, seseorang akan mengalami transformasi spiritual dan mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi, kemudian Kehidupan abadi yaitu Kematian fisik dipandang sebagai awal dari kehidupan yang abadi, bukan akhir dari segalanya. Jiwa akan bangkit seperti benih yang tumbuh setelah ditanam, menuju ke alam yang lebih tinggi dan Tujuan akhir dari Melalui proses mati sebelum mati, seseorang dapat mencapai kebebasan cinta yang sejati dan akhirnya bertemu dengan Sang Kekasih (Allah SWT). dan yang terakhir yaitu Perjuangan batin Ini adalah sebuah perjuangan batin yang membutuhkan kesadaran dan usaha untuk melepaskan diri dari belenggu-belenggu duniawi yang membuat jiwa terikat.

Frasa Mutuqoblaantamutu atau mati sebelum mati bukanlah ayat Al-Qur'an, melainkan sebuah pepatah Sufistik yang memiliki makna mendalam tentang "mematikan" hawa nafsu dan ego diri di dunia sebagai persiapan untuk kematian fisik dan kehidupan akhirat. Pepatah ini menekankan pentingnya menjalani kehidupan spiritual untuk mencapai kesucian jiwa sebelum ajal datang menjemput. menurut penjelasan K.H.Buya Arrosi Hasyim yang dikutip dari chanel youtube cafe rumi jakarta.com, menerangkan bahwa istilah dan ajaran Mutuqoblaantamutu bersumber dari Umar bin Khattab merupakan abu Sufyan bapaknya para sufi di masanya.

Makna spiritual dari Pepatah ini bermakna mematikan sifat-sifat buruk, hawa nafsu, dan ego (diri), dengan Tujuan agar tidak dikuasai oleh hal-hal duniawi dan dapat berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Selain itu pepatah ini mengingatkan kita akan Persiapan akhirat yaitu dengan mati sebelum mati dalam arti spiritual. Seorang mukmin diharapkan lebih siap menghadapi kematian fisik dan kehidupan setelah kematian. Ini adalah upaya mencapai kesucian jiwa untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat.(Zahra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....