Makna dan Keberkahan Menikah di Bulan Jumadil Awal
- 27 Okt 2025 06:23 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Jumadil awal adalah bulan kelima dalam kalender Islam (Hijriah). Urutannya adalah Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, lalu Jumadil Awal, dan diikuti oleh Jumadil Akhir. Banyak pasangan yang memilih bulan ini karena kepercayaan bahwa melangsungkan pernikahan di bulan yang penuh dengan sejarah Islam ini akan membawa dampak positif dalam kehidupan berkeluarga mereka. Khadapi salah seorang warga Makassar, Kemarin Melangsungkan Ijab Kabul Pernikahanya, Minggu, 26/10/205 (4 Jumadil Awal 1447 H) di masjid Syura, Jl. Arif Rahman Hakim, Suangga, Kec. Tallo, Kota Makassar, dan melangsungkan Resepsinya di Audiutorium H Bata di Jalan Meranti 1 Makassar.
Muhammad Khadafi mengungkapkan Alasanya melangsungkan Pernikahan di bulan Jumadil Awal adalah pilihan karena beberapa alasan, termasuk keinginan untuk meneladani pernikahan Nabi Muhammad SAW dan Khadijah,serta memulai hidup baru dengan niat yang tulus untuk mendapatkan keberkahan. “saya sengaja Memilih Bulannya di bulan Jumadil Awal untuk mengikuti Bulan Pernikannnya nabi dengan Istrinya Sitti Khadijah, Kemudian sengaja saya memilih Masjid sebagai tempat Akad karena Masjid itu adalah Baitullah dan tempat yang di berkahi sehingga harapan saya pernikahan saya juga bisa membawa keberkahan dalam rumah tangga kami, Ujarnya.
Sementara Ustad Dai Raja salah seorang Muballiq di Kota Makassar mengungkap bahwa Bagi sebagian orang, bulan Jumadil Awal ini dianggap baik untuk pernikahan karena banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di bulan ini. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada larangan syariat untuk menikah di bulan lain, dan yang terpenting adalah niat, kesiapan, dan doa yang dipanjatkan.
“ Bulan ini sering dianggap sebagai simbol awal yang baik untuk memulai kehidupan baru dengan penuh rasa syukur dan harapan, asalkan disertai dengan niat yang tulus dan doa untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah di bulan ini Insya Allah akan mendatangkan keberkahan, Dalam Islam, tidak ada bulan yang dilarang untuk menikah. Setiap bulan baik untuk menikah selama memenuhi syarat dan rukun nikah, dan Yang terpenting dari pernikahan bukanlah bulannya, melainkan kesiapan mental, spiritual, dan materil calon mempelai, serta niat yang tulus untuk ibadah” Tegas Dai Raja.
Bagi beberapa budaya dan tradisi, bulan Jumadil Awal mungkin dianggap sebagai waktu yang baik untuk menikah, tetapi hal ini lebih bersifat lokal dan budaya Ada masyarakat yang merasa bahwa menikah pada bulan-bulan tertentu, termasuk Jumadil Awal, membawa keberuntungan atau keberkahan. Menentukan bulan baik untuk menikah dalam Islam merupakan bentuk ikhtiar agar pernikahan diawali dengan keberkahan. Meskipun tidak ada larangan resmi untuk menikah di bulan tertentu, Islam memberikan panduan tentang waktu-waktu yang lebih utama dan membawa kebaikan. Mulai dari Muharram hingga Dzulhijjah, setiap bulan memiliki keistimewaan masing-masing. Yang terpenting adalah kesiapan kamu dan pasangan dalam menjalani ibadah panjang bernama pernikahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....