Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Melalui Gaya Hidup Sehat
- 09 Okt 2025 22:04 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Konsep ekowisata berbasis masyarakat kini menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Agus, S.E., M.Si, Dosen Perencanaan Destinasi Pariwisata sekaligus Kepala Laboratorium Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Makassar, dalam program Obrolan Tema Khusus Astacita: Ekonomi Digital yang disiarkan di PRO4 RRI Makassar 92.5 FM, Kamis (9/10/2025), dan dipandu oleh Hariyanti.
Agus menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama agar pengelolaan ekowisata dapat berjalan efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Ekowisata berbasis masyarakat memberikan kesempatan bagi warga lokal untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak,” ujar Agus. Ia menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar destinasi wisata. Dengan partisipasi aktif masyarakat, pengelolaan wisata dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa integrasi gaya hidup sehat dalam kegiatan ekowisata menjadi tren baru yang dapat menarik minat wisatawan modern. “Saat ini, wisatawan cenderung mencari pengalaman yang menyehatkan tubuh dan pikiran, seperti bersepeda, berjalan di alam terbuka, hingga mengikuti aktivitas yoga di kawasan wisata alam,” ungkapnya. Konsep ini tidak hanya memperkuat daya tarik destinasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Dalam konteks ekonomi digital, Agus menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan dan mengembangkan ekowisata. Melalui media digital, masyarakat dapat memperkenalkan produk wisata berbasis kearifan lokal secara lebih luas. “Transformasi digital membantu pelaku wisata kecil agar mampu menjangkau pasar global tanpa harus mengandalkan promosi konvensional,” jelasnya. Dengan demikian, digitalisasi berperan besar dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing masyarakat di sektor pariwisata.
Selain itu, Agus menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. “Pendidikan dan pembinaan terhadap masyarakat menjadi faktor penting agar mereka memahami aspek pelayanan, manajemen wisata, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” katanya.
Keberhasilan ekowisata, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian alam.Agus menutup pembahasan dengan ajakan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya ekowisata berbasis gaya hidup sehat. “Jika masyarakat sehat, lingkungan lestari, dan ekonomi tumbuh, maka kesejahteraan akan terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....