Tari Lita’na Mandar, Simbol Keagungan Budaya Suku Mandar

  • 20 Mei 2025 09:20 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar: Lita’na Mandar merupakan salah satu tari tradisional yang sarat makna. Nama “Lita’na” sendiri berarti “tanah kita” atau“tanah Mandar”, mencerminkan keterikatan emosional masyarakat Mandar terhadap tanah kelahiran mereka. Tarian ini biasa dipentaskan dalam berbagai acara adat maupun seremonial sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan wujud rasa syukur atas hasil bumi.

Dikutip dari wikipedia,tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat Mandar yang harmonis dan berpegang teguh pada nilai adat. Gerakan tari Lita’na Mandar cenderung lemah lembut namun sarat makna, menggambarkan sikap bersahaja, ketekunan, serta keharmonisan hidup masyarakat pesisir.

Tari ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari perempuan yang mengenakan busana adat Mandar yang berwarna cerah, aksesoris kipas dan sarung sutra tenun lokal. Musik pengiringnya menggunakan alat tradisional seperti gong, gendang, dan suling, yang membentuk irama lembut namun penuh semangat.

Pelatih tari lita’na Mandar, Priska saat dikonfirmasi kemarin senin 19 Mei 2025, di SD Unggulan, mengatakan bahwa tarian ini biasanya melibatkan gerakan yang dinamis dan penuh semangat, serta menggunakan kostum dan aksesori khas suku Mandar.

“Tari Lita’na Mandar ini mulai diajarkan kembali di sekolah-sekolah dan sanggar seni sebagai bagian dari edukasi budaya untuk generasi muda. Pemerintah daerah juga gencar mempromosikannya dalam ajang pariwisata dan festival budaya” tambah Priska.

Kehadiran tariLita’na Mandar di sekolah-sekolah tak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai lokal, tetapi juga mengukuhkan Mandar sebagai salah satu wilayah yang kaya akan kearifan budaya Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....