Melepas Ramadhan dengan Harapan Berjumpa Lagi

  • 18 Mar 2026 19:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, umat Muslim dihadapkan pada momen perpisahan yang sarat makna—antara haru, harapan, dan refleksi diri. Dalam Talkshow Program Spesial Ramadhan Pro 2 RRI Makassar bertajuk “Tanya Pak Ustadz”, narasumber Ust. Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I mengajak masyarakat untuk menyikapi akhir Ramadhan dengan bijak dan penuh harapan.

Menurutnya, perpisahan dengan Ramadhan adalah sesuatu yang tak terelakkan. Namun, di balik itu tersimpan doa besar agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama sebulan penuh mendapatkan keberkahan, ampunan, serta membawa dampak positif dalam kehidupan. Ia juga berharap agar setiap Muslim diberi kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan Ramadhan di tahun mendatang.

Lebih lanjut, Ustaz Asriady menekankan pentingnya memaksimalkan ibadah di malam-malam terakhir, khususnya menjelang malam ke-29 yang diyakini sebagai salah satu waktu potensial turunnya Lailatul Qadar. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah i’tikaf di masjid, dengan memperbanyak zikir, tafakur, dan muhasabah diri sebagai bentuk pendekatan spiritual kepada Allah SWT.

Ia juga menyoroti bahwa perasaan sedih karena berpisah dengan Ramadhan adalah hal yang wajar, bahkan memiliki nilai pahala karena mencerminkan kerinduan terhadap ibadah dan kedekatan dengan Allah. Meski demikian, kesedihan tersebut tidak boleh berlebihan. “Kesedihan itu boleh, karena menunjukkan kecintaan kita kepada Ramadhan. Namun, harus tetap disertai keikhlasan bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan,” ujarnya. Rabu, 18 Maret 2026.

Yang terpenting, lanjutnya, adalah menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan usai. Ia mengingatkan agar semangat beribadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam seperti tahajud, tasbih, dan hajat tidak hanya dilakukan selama Ramadhan, tetapi terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya. “Jangan sampai Al-Qur’an yang selama Ramadhan kita baca dengan semangat, setelah itu hanya menjadi pajangan di rak buku,” tambahnya.

Dengan menjaga kesinambungan ibadah tersebut, diharapkan kerinduan terhadap Ramadhan tidak hanya menjadi kesedihan sesaat, tetapi berubah menjadi motivasi untuk tetap dekat dengan Allah SWT sepanjang waktu. Menutup pernyataannya, Ustaz Asriady mengajak umat Muslim untuk merelakan perpisahan dengan Ramadhan dengan penuh keikhlasan, sembari menumbuhkan kebahagiaan dan harapan bahwa mereka termasuk golongan yang diampuni dosanya pada Ramadhan tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....