Hati Tenang saat Mudik, Bekali dengan Hal Ini

  • 17 Mar 2026 14:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memasuki hari ke-27 Ramadan 1447 H yang jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026, suasana spiritual umat Muslim semakin meningkat di tengah persiapan pulang kampung. Menanggapi fenomena tahunan ini, Forum Ramadan menyelenggarakan kajian spesial dengan menghadirkan penceramah Ust. Dr. H. Darmawangsa, S.Ag., M.Ag. Beliau membawakan materi bertajuk "Hati Tenang, Mudik Aman, Ibadah Menang" sebagai bekal bagi para jamaah yang segera melakukan perjalanan mudik.

Dalam ceramahnya, Ust. Darmawangsa menekankan bahwa akhir Ramadan sering kali diwarnai campuran perasaan antara kegembiraan menyambut Lebaran dan kesedihan melepas bulan suci. Beliau mengingatkan bahwa banyak masyarakat yang sudah bersiap, bahkan sebagian telah tiba di kampung halaman. Namun, beliau menggarisbawahi bahwa esensi utama dari persiapan tersebut bukan sekadar fisik, melainkan kesiapan batin agar tetap fokus beribadah di tengah hiruk-pikuk perjalanan.

Poin utama yang disampaikan adalah mengenai ketenangan hati sebagai kunci ibadah yang bernilai. Mengutip Al-Qur'an Surah Ar-Ra’d Ayat 28, beliau menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." Menurutnya, ketenangan dalam perjalanan mudik tidak ditentukan oleh lancarnya jalanan atau nyamannya kendaraan, melainkan seberapa dekat hati seorang hamba dengan Sang Pencipta melalui zikir dan doa.

Ust. Darmawangsa juga menyinggung momen krusial malam-malam terakhir Ramadan, termasuk kemungkinan turunnya Lailatul Qadar pada malam ke-27 yang baru saja terlewati. Beliau mengajak jamaah merefleksikan kedekatan mereka kepada Allah setelah menjalani rangkaian ibadah mulai dari salat wajib, tarawih, witir, hingga tahajud dan sahur. Perasaan bahagia dan tenang yang muncul saat ini adalah indikator bahwa seorang hamba merasa "berada di sisi Allah."

Terkait momentum mudik yang diprediksi memuncak setelah hari ini, beliau berpesan agar para pemudik meluruskan niat dalam setiap langkah. Mudik bukan sekadar tradisi bertemu keluarga, tetapi bagian dari menjaga silaturahmi yang bernilai ibadah. Dengan hati yang tenang karena selalu berzikir, diharapkan para jamaah dapat menjalani perjalanan dengan lebih sabar dan waspada, sehingga aspek "Mudik Aman" dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas ibadah.

Menutup tausiyahnya, beliau mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk mengakhiri Ramadan dengan kemenangan. Menjadi pribadi yang bertakwa adalah tujuan akhir, di mana rasa bahagia karena bertemu Allah harus melebihi kebahagiaan bertemu pasangan atau keluarga di dunia. Dengan semangat tersebut, Forum Ramadan kali ini diharapkan mampu memberikan ketenangan spiritual bagi umat yang tengah bersiap merayakan hari kemenangan di kampung halaman masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....