Ustad Suardi Paparkan Kriteria Insan Bertakwa di RRI Makassar

  • 16 Mar 2026 14:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Pro 4 RRI Makassar kembali menghadirkan program unggulan Muddani Special Ramadhan Minggu 15 Maret 2026, untuk menemani waktu ibadah pendengar. Pada edisi kali ini, diskusi mengangkat tema inspiratif Ciri-Ciri Orang Yang Bertakwa dengan menghadirkan narasumber Suardi, S.Pd.I., M.M., dari Ikatan Dai Muda Indonesia. Dalam balutan suasana religius, materi yang dibawakan menekankan bahwa seluruh rangkaian ibadah yang dijalani umat Muslim sejatinya bermuara pada satu tujuan utama, yakni mencapai derajat takwa.

Suardi menjelaskan bahwa kewajiban berpuasa, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183, merupakan sarana bagi orang beriman untuk menempa diri. Secara bahasa, takwa dimaknai sebagai upaya memurnikan ketauhidan kepada Allah SWT. Sementara secara istilah, takwa berarti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala bentuk larangan-Nya. Derajat ini merupakan kedudukan tertinggi bagi seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.

Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa segala macam amalan, mulai dari salat, sedekah, zakat, hingga haji, semuanya bermuara pada nilai ketakwaan. Ketakwaan bukanlah status sementara, melainkan prinsip hidup yang harus dijaga konsistensinya hingga akhir hayat. Hal ini sejalan dengan perintah Allah agar umat-Nya bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa dan tidak wafat melainkan dalam keadaan berserah diri sebagai seorang Muslim (Husnul Khotimah).

Lebih lanjut, Suardi merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 3-4 untuk menjelaskan ciri-ciri spesifik orang yang bertakwa. Ciri utama yang paling mendasar adalah beriman kepada yang gaib. Keyakinan ini menuntut setiap individu untuk percaya sepenuhnya kepada keberadaan Allah SWT dan kekuasaan-Nya, meskipun tidak dapat tertangkap oleh panca indra manusia secara langsung.

"Sesuatu yang gaib memang tidak bisa kita lihat dengan mata kepala, namun wajib diyakini dengan mata hati. Sebagai orang beriman, kita harus sadar bahwa diri kita sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT," ujar Suardi.

Iman kepada yang gaib inilah yang menjadi fondasi awal bagi seorang hamba untuk membangun integritas spiritual dan ketaatan yang tulus dalam menjalankan syariat agama.

Acara yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya mengenai esensi ibadah puasa. Dengan memahami ciri-ciri ketakwaan, pendengar diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas ibadah secara lahiriah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai takwa dalam kehidupan sehari-hari guna meraih kemenangan di bulan yang penuh berkah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....