Ustadz Kadafi: Jaga Iman Tetap Istiqomah usai Ramadhan

  • 15 Mar 2026 19:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memasuki hingga pertengahan bulan suci Ramadhan, euforia ibadah masyarakat biasanya berada di titik puncak. Masjid-masjid penuh, sedekah mengalir deras, dan lantunan Al-Qur'an terdengar di setiap sudut.

Namun, tantangan sesungguhnya bukanlah saat Ramadhan berlangsung, melainkan bagaimana mempertahankan ritme tersebut setelah Idul Fitri berlalu. Hal ini menjadi topik hangat dalam program Obrolan Inspirasi Ramadhan di Pro 4 RRI Makassar, sabtu 14 Maret 2026, bersama narasumber Ustadz Muh Kadafi, SH., MH.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa ujian terberat bagi seorang muslim adalah menjaga keistiqomahan iman agar tidak lowbat setelah keluar dari bulan suci. "Di bulan Ramadhan ini, saya pastikan semua imannya kuat. Orang berbondong-bondong melakukan kebaikan. Namun yang paling penting adalah bagaimana menjadikan Ramadhan ini sebagai tempat men-cas iman secara penuh agar tetap terbawa di luar Ramadhan nanti," ujar Ustadz Kadafi.

Mengutip Al-Qur'an Surah Fussilat ayat 30, Ustadz Kadafi menjelaskan bahwa mereka yang menegaskan "Tuhan kami adalah Allah" kemudian beristiqomah, akan mendapatkan ketenangan dari para malaikat. Beliau mengibaratkan istiqomah seperti sebuah pohon yang kokoh.

"Bagaimanapun badainya, angin kencangnya, pohon yang istiqomah akan tetap tegak lurus karena akarnya kuat, batangnya tegak, dan daunnya kokoh. Itulah gambaran iman kita, tidak hanya sebatas hari ini di bulan Ramadhan, tapi bertahan tegak lurus setelahnya," jelasnya.

Menjawab fenomena Al-Imanu Yazidu wa Yankus (iman yang naik dan turun), Ustadz Kadafi mengingatkan pesan Rasulullah SAW mengenai amalan yang paling dicintai Allah. "Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten (adwamu) meskipun sedikit. Kita tidak butuh ibadah yang sekali setahun langsung banyak tapi setelah itu hilang. Yang kita butuhkan adalah kebaikan kecil yang dilakukan setiap hari secara terus-menerus," tambahnya.

Beliau menekankan dua solusi utama agar iman tidak cepat lowbat pasca Ramadhan, diantaranya Konsistensi (Kontinuitas) dengan Melakukan amal ibadah meski dalam skala kecil namun rutin. Dan Menjaga Akar Keyakinan dengan Memperkuat pondasi tauhid agar tidak mudah goyah oleh pengaruh lingkungan setelah bulan puasa berakhir.

Melalui obrolan ini, Pro 4 RRI Makassar berharap masyarakat tidak hanya menjadikan Ramadhan sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai momentum transformasi diri untuk menjadi pribadi yang bertakwa secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....