Lima Golongan Penghuni Surga Menurut Surah Ali Imran

  • 13 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Surah Ali Imran dalam Al-Qur'an secara spesifik menyebutkan adanya lima golongan manusia yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk menjadi penghuni surga. Kelima kriteria ini menjadi indikator utama bagi umat Muslim dalam mengevaluasi kualitas ibadah mereka, terutama setelah melewati tempaan bulan suci Ramadan.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Makassar, Awaluddin Umar Ladoangin dalam Cahaya Ramadan RRI 1447 H (12/03/26) mengungkapkan golongan pertama yang disebutkan adalah orang-orang yang memiliki sifat sabar dalam menjalani segala ketetapan-Nya. Kesabaran ini mencakup keteguhan hati dalam menghadapi musibah, konsistensi dalam ketaatan, hingga keberanian menolak kemaksiatan yang ada di depan mata.

Golongan kedua, yaitu orang-orang yang benar atau orang-orang yang selalu berada dalam kebenaran atau orang-orang yang selalu membela kebenaran. Allah Swt menjanjikan surga bagi golongan As-Siddiqin atau orang-orang yang senantiasa menjunjung tinggi kebenaran. Mereka adalah individu yang jujur dalam setiap perkataan serta perbuatan, di mana kejujuran tersebut menjadi jalan pembuka menuju kebaikan yang kekal.

Golongan ketiga, orang-orang yang taat dan bertakwa secara menyeluruh dalam menjalani kehidupan. “Tujuan dari ibadah puasa itu sendiri melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan benar tidak hanya menahan lapar, dahaga dan syahwat tetapi menahan seluruh anggota badan dengan puasa yang benar, maka dia akan memperoleh predikat takwa dan pasti dengan ketakwaannya dia akan dimasukkan ke dalam surganya Allah Swt, " jelas Awaluddin. Kamis, 12 Maret 2026.

Orang yang menginfakan sebahagian dari rezkinya di jalan Allah Swt termasuk ke dalam golongan keempat yang dijanjikan masuk surga. Harta yang dikeluarkan pun haruslah sesuatu yang masih bermanfaat dan berkualitas baik, bukan sekadar barang sisa yang sudah tidak digunakan lagi.

Golongan terakhir, orang yang dijanjikan Allah untuk masuk ke dalam surga adalah orang yang beristighfar di waktu sahur sebelum subuh. Ibadah puasa mengajarkan bahwa momen sebelum subuh bukan sekadar waktu makan, melainkan waktu mustajab untuk memohon ampunan kepada Sang Pencipta.

Melalui kelima amalan utama ini, setiap Muslim diharapkan mampu menginstropeksi diri agar termasuk dalam barisan yang dijanjikan surga. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk konsisten menjalankan sifat sabar, jujur, takwa, dermawan, serta gemar beristighfar di akhir malam.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....