Amal Saleh Disebut sebagai Tabungan Pahala yang Kekal

  • 12 Mar 2026 23:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Konsep menabung dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai menyimpan uang untuk kebutuhan masa depan, tetapi juga menabung pahala melalui berbagai amal kebaikan. Hal tersebut disampaikan oleh Ayyub Subandi dalam program Spesial Ramadan Tanya Pak Ustadz di Pro 2 RRI Makassar.

Ia menjelaskan bahwa setiap amal saleh yang dilakukan oleh seorang hamba pada dasarnya merupakan tabungan pahala yang disimpan oleh Allah SWT. "Pahala dari perbuatan baik tersebut akan kembali kepada pelakunya, terutama sebagai bekal kehidupan di akhirat, " tuturnya. Kamis, 12 Maret 2026.

Menurutnya, hal tersebut juga ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui ayat “Man amila shalihan falinafsihi”, "yang bermakna bahwa siapa pun yang melakukan amal saleh, maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Ia menambahkan bahwa amal saleh dapat dipahami sebagai simpanan yang tidak akan pernah hilang. Berbeda dengan tabungan harta yang dapat habis atau hilang karena berbagai sebab, pahala dari kebaikan akan tetap tersimpan dan menjadi bekal bagi manusia. " tambahnya.

Selain itu, ia juga mengutip firman Allah yang menyebutkan bahwa amal-amal saleh yang kekal memiliki nilai pahala yang lebih baik di sisi Allah serta menjadi harapan bagi manusia di akhirat. Lebih lanjut, ia menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa harta yang benar-benar menjadi milik manusia bukanlah yang disimpan, melainkan yang telah dimanfaatkan atau disedekahkan. Harta yang disedekahkan itulah yang akan menjadi simpanan pahala bagi seseorang.

Ia juga mengingatkan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh harta dan orang-orang yang mengantarkannya akan kembali, sementara yang tetap menyertainya hanyalah amal perbuatannya selama hidup.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita