Masjid Ramah Pemudik Resmi Diluncurkan, Pemudik Bisa Istirahat Nyaman di Masjid
- 12 Mar 2026 13:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya menghadirkan pelayanan yang lebih ramah bagi masyarakat selama musim mudik Ramadan dan Idulfitri mulai diwujudkan di Sulawesi Selatan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Agama Kota Makassar secara resmi meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik, sebuah inisiatif yang menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang nyaman bagi para pelaku perjalanan.
Program Masjid Ramah Pemudik ini diluncurkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, pada Rabu, 11 Maret 2026, di Masjid HM. Asyik Makassar. Peluncuran tersebut menandai dimulainya penyediaan layanan bagi pemudik yang melintas di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, khususnya menjelang puncak arus mudik Ramadan dan Idulfitri.
Kegiatan peluncuran program Masjid Ramah Pemudik ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulsel serta DWP Kemenag Kota Makassar, Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, para kepala seksi dan penyelenggara, kepala madrasah negeri maupun swasta, kepala KUA se-Kota Makassar, penyuluh agama, hingga masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Ali Yafid menjelaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan langkah nyata untuk menguatkan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh.
“Kami menyiapkan ratusan masjid di Sulawesi Selatan sebagai Masjid Ramah Pemudik. Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat, menunaikan salat, maupun mendapatkan pelayanan dasar selama perjalanan,” ujar Ali Yafid.
Ia menambahkan bahwa berbagai fasilitas telah dipersiapkan dalam program Masjid Ramah Pemudik ini. Di antaranya tersedia area istirahat bagi pemudik, air minum, ruang ibadah yang nyaman, hingga fasilitas pengisian daya ponsel bagi para pelintas yang membutuhkan.
Menurutnya, jika memungkinkan, beberapa masjid juga akan memberikan bantuan sederhana bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan. Hal ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud bahwa masjid adalah rumah bersama bagi seluruh umat.
“Jika memungkinkan, masjid juga dapat menyediakan bantuan sederhana bagi pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. Inilah wujud nyata bahwa masjid adalah rumah bagi semua umat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, menilai Masjid HM. Asyik sangat tepat dijadikan salah satu lokasi Masjid Ramah Pemudik. Selain memiliki fasilitas yang memadai, masjid ini juga berada di lokasi yang strategis sehingga sering disinggahi masyarakat yang melintas.
Menurutnya, setiap menjelang waktu berbuka puasa, masjid tersebut kerap menjadi tempat singgah warga yang sedang dalam perjalanan untuk sekadar beristirahat atau berbuka puasa.
“Setiap menjelang waktu berbuka puasa, masjid ini banyak disinggahi masyarakat yang melintas untuk berbuka puasa. Lokasinya strategis dan fasilitasnya cukup lengkap sehingga sangat mendukung program Masjid Ramah Pemudik,” jelasnya.
Dengan adanya program Masjid Ramah Pemudik, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasakan kenyamanan dan keamanan selama di perjalanan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial masjid sebagai ruang pelayanan dan kebersamaan di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri.