Kemenag Sulsel Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik

  • 11 Mar 2026 19:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan resmi meluncurkan Program Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid H.M. Asyik, Kota Makassar, Rabu, 11 Maret 2026. Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel bersama jajaran pejabat, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, serta para pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel.

Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan menjelang Idul Fitri.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel menegaskan bahwa masjid harus mampu menghadirkan kenyamanan bagi umat, termasuk bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan mudik.

“Masjid adalah rumah umat. Melalui program ini kami ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman, melaksanakan ibadah dengan tenang, dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang lebih segar,” ujarnya.

Program ini akan berlangsung mulai 11 hingga 29 Maret 2026, dengan melibatkan 517 masjid yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Ratusan masjid tersebut disiapkan sebagai posko layanan bagi para pemudik yang melintas di jalur-jalur utama mudik.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Abd Gaffar, mengatakan bahwa pemanfaatan masjid sebagai tempat singgah sementara diharapkan dapat membantu para pengendara mengurangi risiko kelelahan selama perjalanan.

Menurutnya, masjid dapat menjadi rest area alternatif bagi pemudik untuk beristirahat sejenak, berwudhu, melaksanakan salat, hingga melepas penat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Ini penting untuk mencegah kelelahan dan potensi microsleep saat berkendara yang bisa membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Masjid yang terlibat dalam program ini telah disiapkan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang salat yang bersih, tempat wudhu yang memadai, toilet yang terawat, area istirahat, air minum gratis, serta fasilitas pengisian daya ponsel.

Sejumlah masjid bahkan menyediakan layanan tambahan berupa pos kesehatan sederhana, informasi jalur mudik, hingga relawan yang siap membantu para pemudik.

Melalui program ini, Kementerian Agama berharap masjid semakin berperan sebagai pusat pelayanan umat sekaligus memperkuat nilai kepedulian dan gotong royong di tengah momentum mudik Lebaran.

Dengan dukungan ratusan masjid di seluruh Sulawesi Selatan, perjalanan mudik masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....