Malam Nuzulul Quran 1447 H, Berikut Tiga Amalan Utamanya
- 06 Mar 2026 11:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kini memasuki fase istimewa. Salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di Indonesia, yakni Malam Nuzulul Quran.
Merujuk pada Kalender Hijriah Kemenag RI, awal Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, malam ke-17 Ramadan atau Malam Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026 malam (dimulai setelah waktu Magrib).
Melansir laman resmi kemenag.go.id, Nuzulul Quran adalah peristiwa bersejarah turunnya ayat-ayat Al-Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa ini terjadi di Gua Hira saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Peringatan ini biasanya diisi oleh umat Islam dengan berbagai kegiatan positif.
Malam Nuzulul Quran yang jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026, merupakan momen penuh kemuliaan bagi umat Islam. Peristiwa turunnya Al-Quran bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan peluang emas untuk meraih keberkahan yang berlipat ganda di bulan Ramadan.
Merujuk pada penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, malam ini memiliki kedudukan istimewa karena pada saat itulah Malaikat Jibril AS turun kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu serta menjelaskan syariat Islam.
Untuk mengisi malam yang sakral tersebut, berikut adalah tiga amalan utama yang dianjurkan:
Memperbanyak Membaca Al-Quran
Cara terbaik untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran adalah dengan berinteraksi langsung dengan kitab suci. Sebagaimana sejarahnya, malam ini adalah waktu di mana Nabi SAW diperintahkan untuk membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaan serta memahami maknanya.
Melaksanakan Iktikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid atau iktikaf menjadi sarana untuk menjauhkan diri dari hiruk-pikuk duniawi dan fokus beribadah. Selama iktikaf, umat Muslim dianjurkan mengisi waktu dengan tadarus dan zikir. Adapun niat iktikaf yang dapat dibaca adalah:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
(Nawaitu an a’takifa fī hādzal masjidi lillāhi ta’ālā) Artinya: "Aku berniat iktikaf di masjid ini karena Allah."
Mendirikan Shalat Malam dan Berdoa
Shalat malam (tahajud atau shalat sunnah lainnya) merupakan ibadah paling utama setelah shalat fardu. Amalan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, layaknya sedekah yang dilakukan secara rahasia (sirr). Memperbanyak doa di malam ini juga sangat dianjurkan mengingat besarnya keberkahan yang turun.
- Ketiga amalan di atas merupakan tradisi yang sudah melekat di tengah masyarakat Islam Indonesia. Dengan mengamalkannya, diharapkan umat Muslim dapat memetik hikmah mendalam dari turunnya mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....