Waspadai Sombong, Penghalang Nikmat Surga

  • 05 Mar 2026 09:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sifat sombong merupakan penyakit hati yang paling diwaspadai karena dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk merasakan indahnya surga. Hal ini ditegaskan oleh AG. Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, MA, dalam ceramah tarwih di Mesjid Raya Makassar Live Bersama RRI Pro 4 Makassar, Selasa, 3 Februari 2026.

"Hati-hati dengan penyakit sombong, karena sekecil apa pun benihnya, ia bisa merusak seluruh amal ibadah kita di hadapan Allah SWT," ujar beliau mengawali ceramahnya.

Salah satu Anre Gurutta ini menjelaskan bahwa banyak orang salah kaprah dalam mengartikan kesombongan, terutama dalam hal penampilan fisik atau materi, karena itu dirinya meluruskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk tampil rapi dan indah. "Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah itu Indah dan menyukai keindahan, jadi memakai pakaian yang bagus atau sandal yang indah itu bukanlah bentuk kesombongan," jelasnya.

Menurutnya, definisi sombong yang sesungguhnya telah dirumuskan dengan sangat jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW melalui dua indikator utama. Abustani menekankan bahwa inti masalah bukan pada apa yang melekat di tubuh, melainkan apa yang bergejolak di dalam dada.

"Sombong itu memiliki dua ciri utama, yaitu batharul haqqi atau menolak kebenaran dan meremehkan manusia," tegas Prof. Abustani.

Dalam momen ceramah tarwihnya, tokoh agama ini menyoroti fenomena orang yang merasa sudah paling benar sehingga menutup diri dari masukan orang lain, pasalnya sikap merasa lebih tinggi secara intelektual atau spiritual sering kali menjadi jebakan kesombongan yang mematikan. "Menolak kebenaran terjadi saat seseorang merasa dirinya sudah sampai pada puncak ilmu, sehingga nasihat yang datang dari siapa pun tidak lagi ia hiraukan," tambahnya.

Lebih lanjut kata Prof. Abustani, sikap meremehkan orang lain yang sering dipicu oleh status sosial atau kekayaan. Karena itu, ia mengingatkan bahwa memandang rendah sesama makhluk ciptaan Allah adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan.

Anre Gurutta Abustani ini mengajak umat untuk terus melakukan pembersihan hati agar terhindar dari sifat tercela tersebut sebelum ajal menjemput. "Marilah kita hiasi diri dengan sifat tawadhu (rendah hati, red), karena hanya dengan hati yang bersih kita bisa diterima kembali ke Allah dalam keadaan tenang," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....