Memaafkan sebelum Diminta Bersihkan Dendam di Dada
- 04 Mar 2026 06:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Memaafkan sering kali terasa berat, apalagi jika luka yang ditinggalkan begitu dalam. Namun dalam perspektif spiritual, memaafkan justru menjadi jalan untuk menyelamatkan diri dari beban batin yang berkepanjangan.
Hal tersebut terungkap dalam Obrolan Special Program Ramadhan Pro 2 Makassar “Tanya Pak Ustadz” bersama narasumber Dr. Muh. Irwan, S.Ag., M.Si., M.I.Kom. Dalam dialog tersebut, ia mengutip pandangan ulama tasawuf Syekh Muhammad Faturahman yang menegaskan bahwa hati harus selalu dijaga dan dibersihkan dari berbagai penyakit batin.
Menurutnya, ketika hati kotor atau rusak, maka ia harus segera dibersihkan sebelum diisi dengan hal-hal positif. Penyakit hati kerap berawal dari iri, lalu berkembang menjadi dengki. Jika keduanya menyatu, maka penyakit lain seperti hasad, amarah, dendam, sombong, rakus, hingga sikap mau menang sendiri akan ikut tumbuh dan menguasai diri.
Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Irwan menjelaskan bahwa ketika penyakit hati telah bercokol, sekitar 90 persen akal dan pikiran akan ikut terpengaruh. Akal, katanya, bersifat pasif dan menunggu keputusan hati sebelum mengeksekusi tindakan. Jika hati belum bersih, maka hampir seluruh tindakan yang lahir berpotensi negatif.
Di tengah dialog tersebut, tema yang diangkat yakni “Memaafkan Sebelum Diminta Dengan Membersihkan Dendam Di Dada” menjadi penekanan penting. Dendam disebut sebagai salah satu penyakit hati yang paling berbahaya karena dapat mengendap lama dan memengaruhi cara berpikir serta bertindak seseorang.
Melalui program itu, ia menegaskan bahwa memaafkan sebelum diminta bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kematangan spiritual. Dengan memaafkan, seseorang memutus rantai iri, dengki, dan hasad sebelum berkembang menjadi amarah dan kebencian yang lebih besar.
Setelah hati dibersihkan dari dendam, lanjutnya, langkah berikutnya adalah mengisinya dengan sifat-sifat terpuji, salah satunya sabar. Sabar dinilai sebagai amalan yang sangat dicintai Allah SWT dan menjadi benteng utama ketika menghadapi persoalan rumit.
“Sabar itu penting sekali. Ketika kita berhadapan dengan persoalan yang rumit, satu hal yang paling dibutuhkan adalah kesabaran. Kalau kita tidak bisa bersabar, itu bisa menjadi hal buruk bagi kita,” ujarnya. Selasa, 3 Maret 2026.
Dengan demikian, memaafkan sebelum diminta menjadi cara efektif membersihkan dada dari dendam, menjaga kejernihan akal, serta menyelamatkan diri dari keputusan yang merugikan. Pesan ini menjadi refleksi penting di bulan Ramadhan, saat setiap pribadi didorong untuk kembali menata hati dan memperbaiki diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....