Pesmadina Unismuh Tutup Daurah Al-Qur’an VI

  • 02 Mar 2026 17:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pesantren Mahasiswa K.H. Djamaluddin Amien (Pesmadina) Universitas Muhammadiyah Makassar resmi menutup kegiatan Daurah Al-Qur’an Jilid VI bertema Tadabbur dan Tahfidz Al-Qur’an pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, sejak 20 Februari hingga 2 Maret 2026 atau bertepatan 03–13 Ramadan 1447 Hijriah tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter Qur’ani bagi generasi muda.

Program ini mengusung tema “Meneguhkan Karakter Qur’ani dalam Mencetak Huffaz Unggul Pesmadina sebagai Center of Excellence”. Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan tersebut, berasal dari berbagai lembaga pendidikan seperti PUTM, Ummul Mukminin, SPUMA, SMICHI, Pondok Pesantren Gombara, serta peserta dari jenjang anak-anak hingga dewasa.

Penutupan berlangsung di Minihall Pesmadina Unismuh Makassar dan dihadiri pimpinan universitas, pengelola pesantren, konsorsium, panitia, peserta, hingga orang tua dan wali santri. Suasana kegiatan berlangsung khidmat sebagai penanda berakhirnya pembinaan intensif selama sepuluh hari.

Direktur Pesmadina, KH. Abbas Baco Miro, menegaskan bahwa keberkahan hidup seseorang sangat ditentukan oleh kedekatannya dengan Al-Qur’an. Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Daurah ini harus menjadi wasilah mendapatkan rahmat, cahaya hidayah, dan syafaat Al-Qur’an. Hafalan yang dijaga dan diamalkan akan mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih mulia,” ujarnya.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti pembinaan terstruktur melalui kelas tahfidz, kelas mahir, dan kelas murojaah di bawah koordinasi tim pembina. Sistem setoran hafalan, pengulangan ayat, tadabbur, serta pembiasaan ibadah berjamaah diterapkan secara disiplin, sehingga sejumlah peserta mampu mencapai hafalan hingga 10 juz.

Ketua panitia, Muh. Tasbih Ratul Ihram, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata berorientasi pada capaian akademik, melainkan pembentukan karakter Qur’ani. “Daurah ini menjadi ruang pembinaan spiritual agar nilai-nilai Al-Qur’an tetap hidup dalam keseharian peserta setelah kegiatan berakhir,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman sikap dan perilaku. Menurutnya, kemuliaan seseorang terletak pada sejauh mana ia berinteraksi dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

Sebagai penutup, panitia membacakan Surat Keputusan penetapan peserta terbaik berdasarkan kualitas bacaan, capaian hafalan, dan konsistensi selama mengikuti program. Penghargaan peserta terbaik umum diraih Nurbaya atas prestasi dan kedisiplinannya selama daurah, sekaligus menandai komitmen Pesmadina menjadikan kampus sebagai pusat pembinaan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....