Sahur di Perantauan, Rheza Rindukan Hangat Kampung Halaman

  • 28 Feb 2026 22:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Suasana sahur tak lagi sama seperti di kampung. Pemuda asal Sidrap, Rheza S, merasakan perbedaan itu, saat berdialog KURMA, PRO 1 RRI Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia kini menjalani puasa jauh dari orang tua. Menurutnya, sahur di kampung terasa lebih hangat. Makanan sudah tersedia dan keluarga berkumpul.

“Kalau di kampung, bangun sahur tinggal makan bersama,” ujar Rezha S. “Di kos harus bangun lebih awal dan masak sendiri.”

Meski demikian, ia memilih melihat sisi positif. Puasa di perantauan melatih kemandirian dan tanggung jawab.

Rezha mengaku lebih sering memasak sendiri. Selain hemat, makanan terasa lebih sehat dan sesuai selera.

“Masak sendiri lebih worth it dan porsinya bisa banyak,” katanya. “Kalau beli, belum tentu cocok dan cepat habis.”

Ia juga menyoroti tradisi bangunkan sahur di kampung. Anak muda berkeliling kompleks menggunakan motor bersama.

Kegiatan itu menjadi penanda kebersamaan Ramadhan. Suasana riuh justru dirindukan saat jauh dari rumah.

Di akhir perbincangan, Rezha berharap Ramadhan membawa berkah. Ia mendoakan kelancaran puasa dan rezeki melimpah.

Cerita ini menggambarkan dua wajah Ramadhan. Antara hangatnya kampung dan perjuangan perantauan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....