Puasa Ramadan Adalah Momentum "Upgrade" Diri di Atas Rata-Rata

  • 28 Feb 2026 22:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdus Samad, menekankan pentingnya memaknai Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan yang berulang. Melainkan mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali perjalanan puasa yang telah dilakukan selama puluhan tahun agar tidak terjebak dalam pengulangan tanpa makna.

“Ramadan adalah madrasah atau sekolah spiritual yang seharusnya memberikan dampak nyata bagi transformasi diri setiap individu,” ucap Ketua Pusat FKUB ini dalam ceramah tarwihnya di Mesjid Raya Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026.

Adib menyoroti bahwa, banyak orang telah menjalankan puasa berkali-kali sejak usia baligh, namun sering kali kualitasnya masih sama dari tahun ke tahun. Sehingga ia menekankan bahwa tujuan utama dari puasa adalah mencapai derajat takwa, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT.

“Oleh karena itu, diperlukan kesadaran penuh untuk meningkatkan kualitas ibadah agar manfaat dari Ramadan ini benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Adib mengajak jamaah untuk memiliki komitmen yang kuat agar Ramadan tahun ini tidak berjalan seperti biasanya atau business as usual. Ia menantang setiap individu untuk memberikan usaha terbaik yang melampaui kebiasaan orang pada umumnya.

“Dengan usaha yang maksimal dan di atas standar tersebut, barulah puasa Ramadan akan meninggalkan bekas yang mendalam dan mampu mengubah karakter seseorang menjadi lebih baik,” terang Adib.

Lebih lanjut, Adib menegaskan bahwa langkah awal untuk mencapai kualitas ibadah di atas rata-rata adalah dengan keberanian untuk berkomitmen melakukan hijrah. Hijrah yang dimaksud menurut salah satu pejabat Kemenag RI ini adalah, perpindahan dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, serta dari kualitas ibadah yang standar menuju kualitas yang lebih tinggi.

Diakhir ceramahnya, Muhammad Adib berharap agar momentum pekan-pekan awal Ramadan ini digunakan sebaik mungkin untuk membangun pondasi spiritual yang kokoh. “Dengan menjaga kerukunan, kedamaian, dan fokus pada peningkatan kualitas diri, umat Islam diharapkan mampu meraih predikat takwa yang sesungguhnya,” tutupnya (RRI/Febriyan).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....