Ramadhan di Perantauan, Jatuh Cinta Kuliner Makassar

  • 23 Feb 2026 17:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ramadan di perantauan menghadirkan tantangan sekaligus petualangan tersendiri. Seperti yang diakui Dwiki Akbar, baginya selalu menemukan pengalaman baru lewat kuliner yang ada di Makassar.

Sejak April 2025 menetap di kota ini, ia mulai beradaptasi. Tantangan awalnya adalah memahami logat dan bahasa lokal. Namun urusan makanan, ia cepat merasa cocok.

Salah satu favoritnya adalah Pallubasa yang disebutnya sangat otentik. “Menurutku pallubasa punya rasa unik dan beda,” ujarnya saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, Senin, 23 Februari 2026. “Kalau di Jawa, sepertinya belum ada yang seperti ini.”

Selain itu, ia juga menikmati Coto Makassar dan nasi kuning khas setempat. Ia menilai cita rasanya berbeda dengan nasi kuning di Jawa. Untuk menu manis, pilihannya jatuh pada Pisang Ijo.

Takjil khas ini menjadi favorit barunya saat berbuka. Meski begitu, ia tetap merindukan gorengan dengan sambal petis Lamongan. Menurutnya, rasa petis udang memberi sensasi khas yang sulit tergantikan.

Ia juga menyebut makanan tradisional bernama nasi boranan. Hingga kini, ia belum menemukan menu tersebut di Makassar. Di sela ibadah, Dwiki berencana mengunjungi beberapa masjid besar.

Salah satunya adalah Masjid 99 Kubah yang membuatnya penasaran. Ramadan pertama ini menjadi perjalanan batin dan rasa baginya. Makassar bukan lagi sekadar kota rantau, tetapi tempat belajar mandiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....