Amalan Prioritas Ramadhan Perkuat Iman dan Kepedulian
- 21 Feb 2026 11:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Program Titian Ilahi di PRO1 RRI Makassar edisi Jumat, 20 Februari 2026, mengangkat tema “Amalan Prioritas Ramadhan” dengan menghadirkan narasumber Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I, Wakil Ketua FKUB Kota Makassar. Dialog yang dipandu Arfan Yusri ini membahas amalan-amalan utama yang perlu diprioritaskan umat Muslim dalam menjalani bulan suci Ramadhan.
Dalam pemaparannya, Hasan Pinang menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum peningkatan kualitas spiritual dan sosial. “Ibadah Puasa harus dimaknai sebagai latihan pengendalian diri sekaligus sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.Ramadhan sebagai madrasah ruhaniyah kita umat Islam. Di dalamnya kita ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan peduli,” ujarnya.
Ia menyebutkan, amalan prioritas pertama adalah memperbaiki kualitas ibadah wajib, terutama shalat lima waktu. “Shalat yang khusyuk menjadi fondasi diterimanya amalan-amalan lainnya. Jangan sampai kita semangat pada amalan sunnah, tetapi lalai menjaga kualitas shalat wajib. Ramadhan harus menjadi momentum evaluasi ibadah harian kita,” tegas Hasan.
Selain itu, memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an juga menjadi amalan utama yang dianjurkan. Hasan Pinang mengingatkan bahwa Ramadhan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, sehingga interaksi dengan kitab suci harus lebih ditingkatkan. “Minimal kita menargetkan satu kali khatam Quran, tetapi yang lebih penting adalah memahami dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Amalan berikutnya adalah memperbanyak sedekah dan memperkuat kepedulian sosial. Ia menilai Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk berbagi kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. “Puasa mengajarkan empati. Ketika kita merasakan lapar, kita diingatkan bahwa masih banyak saudara kita yang merasakan hal itu setiap hari. Maka sedekah di bulan Ramadhan bukan sekadar kebaikan, tetapi wujud nyata solidaritas,” ungkapnya.
Hasan juga menyoroti pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa. Ia menegaskan bahwa nilai puasa tidak hanya diukur dari menahan makan dan minum, tetapi juga menahan amarah, ghibah, serta perbuatan yang merusak pahala. “Rasulullah SAW mengingatkan, bisa jadi orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Artinya, kualitas akhlak sangat menentukan kesempurnaan puasa,” katanya.
Di akhir dialog, Hasan Pinang mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan ini sebagai titik balik perbaikan diri. Ia berharap bulan suci ini dimanfaatkan sebaik mungkin karena belum tentu setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama di tahun berikutnya. “Mari kita sambut dan Isi Ramadhan ini dengan persiapan iman, ilmu, dan amal ibadah. Jadikan bulan ini sebagai sarana transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....