Sunnah Konsumsi Kurma Saat Berbuka Puasa

  • 16 Feb 2026 16:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sunnah mengonsumsi kurma saat berbuka puasa bukan sekadar tradisi, melainkan anjuran langsung dari Nabi Muhammad SAW karena manfaatnya yang luar biasa bagi tubuh setelah seharian berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda "Apabila salah seorang di antara kamu berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, yang karena sesungguhnya kurma itu mengandung berkah. Jika tidak mendapatkan kurma, maka berbukalah dengan air, karena air itu mensucikan."

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Selain itu, Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata:" Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa buah ruthab (kurma basah) sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma kering). Jika tidak ada (kurma kering), maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (Hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud).

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tubuh kita membutuhkan asupan yang tepat untuk mengembalikan energi dengan cepat tanpa membebani sistem pencernaan. Di sinilah buah kurma memainkan peran utamanya, Bukan sekadar tradisi, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa memiliki landasan ilmiah yang kuat bagi kesehatan.

Berikut adalah 5 khasiat utama buah kurma untuk berbuka puasa:

1. Sumber Energi Instan (Fast-Acting Energy)

Selama berpuasa, kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh menurun drastis. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kelebihannya, gula pada kurma sangat mudah diserap tubuh, sehingga Anda akan merasa bertenaga kembali hanya dalam hitungan menit setelah memakannya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Fakumi Medical Journal (2022) mengamati mahasiswa yang berbuka puasa dengan kurma. Hasilnya menunjukkan peningkatan glukosa darah yang signifikan secara instan setelah konsumsi, membuktikan bahwa kurma adalah bahan bakar cepat bagi tubuh yang lelah atau setelah berpuasa.

2. Melancarkan Pencernaan yang tidur

Setelah beristirahat selama belasan jam, sistem pencernaan perlu dibangunkan secara perlahan. Kurma kaya akan serat pangan. Serat ini berfungsi mencegah sembelit dan membantu memadatkan feses, sehingga perut tidak kaget saat menerima makanan berat setelahnya.

Para ahli gizi, termasuk dr. Nuvi Nusarintowati (Spesialis Gizi Klinik), sering menekankan bahwa kurma kaya akan serat tak larut, Serat ini tidak hancur di dalam air, sehingga ia berfungsi seperti sapu di dalam usus. Ia menambah massa feses dan merangsang gerakan peristaltik (gerakan meremas usus). Proses pembuangan menjadi lebih rutin dan mencegah feses mengeras di dalam usus besar.

3. Kaya akan Kalium (Potasium)

Dalam Buku Khasiat Kurma karya Prof. Dr. Sa'id Hammad mengulas mendalam manfaat kesehatan kurma berdasarkan pandangan Al-Qur'an, Sunnah, dan sains modern.

Salah satu tantangan saat puasa adalah dehidrasi dan hilangnya keseimbangan elektrolit, Kurma mengandung kalium yang tinggi, yang berfungsi untuk Menjaga keseimbangan cairan tubuh, Mendukung fungsi saraf dan otot dan Membantu menurunkan tekanan darah.

4. Menghindari Makan Berlebihan

Masih Dalam buku khasiat Kurma, Prof. Sa'id Hammad (seorang ahli medis) menguraikan bahwa kurma mengandung zat-zat gizi yang dapat menenangkan rasa lapar dengan cepat karena penyerapan glukosa alaminya langsung memberikan sinyal kecukupan energi ke otak, sehingga mencegah seseorang makan terlalu banyak setelah perut kosong (seperti saat berbuka puasa).

Kurma memberikan rasa kenyang lebih cepat karena kandungan seratnya. Dengan mengonsumsi 3 butir kurma saat pembukaan, otak akan menerima sinyal kenyang lebih awal. Ini adalah strategi jitu agar Anda tidak kalap atau balas dendam saat menyantap hidangan utama.

5. Melindungi Tubuh dengan Antioksidan

Kementerian Kesehatan RI, Menyebutkan bahwa konsumsi kurma efektif untuk membantu proses detoksifikasi tubuh. Antioksidan di dalamnya bekerja menetralkan zat berbahaya dan racun hasil metabolisme selama tubuh berpuasa atau beraktivitas berat.

Kurma mengandung flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik, Antioksidan ini sangat penting untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh yang mungkin muncul akibat perubahan pola makan selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....