Ini Tips Sehat Berpuasa Selama Ramadhan
- 11 Feb 2026 07:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan membutuhkan kesiapan fisik dan mental agar tubuh tetap sehat dan bugar. Pola makan yang tepat, asupan cairan yang cukup, serta aktivitas yang seimbang menjadi kunci utama menjaga kesehatan selama berpuasa.
Salah satu hal terpenting saat berpuasa adalah menjaga hidrasi tubuh. Sebelum berbuka puasa, dianjurkan untuk mengonsumsi cairan yang cukup guna mencegah dehidrasi. Air putih menjadi pilihan terbaik, sementara jus dan susu juga dapat dikonsumsi dengan tetap memperhatikan kandungan gula dan kalorinya.
Dikutip dari unclahealth.org. Tradisi berbuka puasa dengan kurma juga memiliki manfaat kesehatan. Kurma mengandung gula alami yang membantu mengembalikan kadar gula darah setelah seharian berpuasa. Mengonsumsi satu hingga dua butir kurma sebelum makan dapat membantu mencegah sakit kepala akibat gula darah rendah serta memberikan energi awal bagi tubuh.
| Baca juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa |
Selain kurma, semangkuk sup dapat menjadi pilihan menu pembuka yang baik saat berbuka. Sup membantu menjaga hidrasi tubuh dan mengandung berbagai vitamin serta mineral. Sup berbahan dasar sayuran, tomat, atau lentil lebih dianjurkan dibandingkan sup berbasis krim. Pada cuaca panas, sup dingin seperti gazpacho juga bisa menjadi alternatif.
Asupan sayuran selama Ramadhan juga perlu diperhatikan. Sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi pencernaan. Mengonsumsi dua porsi sayuran setiap kali makan, baik dalam bentuk salad maupun sayuran matang, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Untuk sumber energi, makanan berbuka sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks yang sehat, seperti nasi merah, roti gandum utuh, pasta gandum, kentang, atau burghul. Karbohidrat jenis ini memberikan energi lebih tahan lama serta mengandung serat dan mineral yang baik bagi tubuh.
| Baca juga: Manfaat Tadarrus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan |
Protein juga menjadi nutrisi penting saat berbuka puasa. Protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, telur, serta produk susu rendah lemak dianjurkan untuk menjaga massa otot dan membantu pemulihan tubuh. Bagi vegetarian, protein dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Saat berbuka, disarankan untuk tidak makan secara terburu-buru. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan perlahan membantu mencegah gangguan pencernaan serta mengurangi risiko kenaikan berat badan. Idealnya, porsi makan saat berbuka tidak melebihi porsi makan normal sehari-hari.
Masyarakat juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan gula. Metode memasak seperti mengukus, merebus, memanggang, atau menumis ringan lebih sehat dibandingkan menggoreng. Untuk pencuci mulut, buah segar menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan makanan manis olahan. Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama Ramadhan dengan menyesuaikan intensitasnya. Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka atau menjelang sahur dapat membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh. Aktivitas berat di siang hari sebaiknya dihindari, terutama saat cuaca panas.
Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, atau bagi ibu hamil dan menyusui, puasa memerlukan perhatian khusus. Meskipun dalam ajaran Islam mereka mendapatkan keringanan, sebagian tetap memilih berpuasa. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum menjalani puasa untuk memastikan kondisi tubuh tetap aman.
Pasien dengan penyakit jantung stabil umumnya dapat berpuasa dengan aman, namun tetap perlu persetujuan dokter. Sementara itu, penderita diabetes tipe 1 tidak dianjurkan berpuasa, sedangkan penderita diabetes tipe 2 perlu berkonsultasi untuk penyesuaian pola makan dan pengobatan.
Wanita hamil dan menyusui juga disarankan untuk tidak berpuasa demi kesehatan ibu dan bayi. Jika tetap memilih berpuasa, mereka perlu memastikan asupan nutrisi dan cairan yang cukup serta menghentikan puasa jika muncul gejala seperti pusing, kelelahan ekstrem, atau mual. Sementara itu, anak-anak dan remaja yang mulai belajar berpuasa perlu mendapatkan perhatian khusus. Asupan cairan yang cukup dan makanan bergizi saat sahur dan berbuka sangat penting agar mereka tetap sehat dan berenergi selama menjalani aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....