Tips Jaga Kesehatan meski Bergadang Menonton Piala Dunia
- 15 Jun 2026 09:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Demam Piala Dunia selalu berhasil menyihir jutaan pasang mata di seluruh dunia. Ajang sepak bola bergengsi empat tahunan ini senantiasa menjadi momen yang paling dinantikan oleh para penggemar fanatik si kulit bundar. Atmosfer ketegangan dan keseruan dari setiap pertandingan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu euforia yang sama.
Namun, bagi para pencinta sepak bola di tanah air, tayangan ini membawa tantangan tersendiri. Perbedaan zona waktu yang signifikan antara Indonesia dan negara tuan rumah sering kali membuat jadwal pertandingan bergeser. Akibatnya, sejumlah laga krusial terpaksa berlangsung pada malam hari hingga dini hari, memicu fenomena nonton bareng yang masif.
Demi menyaksikan tim favorit bertanding dan tidak ketinggalan momen bersejarah, tidak sedikit penonton yang rela mengorbankan waktu istirahat mereka. Mereka memilih untuk begadang semalaman, mengabaikan rasa kantuk yang menyerang. Sayangnya, meski sesekali begadang sulit dihindari selama turnamen berlangsung, kebiasaan ini membawa dampak instan yang kurang menyenangkan bagi tubuh.
Kurang tidur, secara langsung dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang keesokan harinya. Rasa kelelahan yang luar biasa, kesulitan untuk berkonsentrasi, hingga menurunnya produktivitas kerja menjadi konsekuensi logis yang harus dihadapi. Jika kebiasaan begadang ini dilakukan secara terus-menerus sepanjang turnamen, pola istirahat alami tubuh akan terganggu dan berisiko merusak kesehatan secara keseluruhan dalam jangka panjang.
Melansir dari halaman resmi Kementerian Kesehatan (kemkes.go.id), kebiasaan begadang memang menjadi pemicu utama badan terasa lemas. Seseorang yang sering tidur larut malam akan lebih sering mengeluh kehabisan energi karena waktu tidur yang terpangkas secara drastis membuat jam istirahat sel tubuh berkurang. Guna mengatasi tubuh yang cepat lelah akibat kurang tidur tersebut, Kemenkes membagikan beberapa tips praktis yang bisa diterapkan.
Langkah pertama dan paling mendasar adalah dengan menjaga asupan air putih yang cukup. Kurangnya cairan di dalam tubuh merupakan penyebab utama mengapa badan terasa lemas setelah begadang, karena aktivitas malam hari sering kali membuat kita lupa minum. Kondisi dehidrasi ini dapat dideteksi jika jumlah urine menjadi lebih sedikit dan berwarna lebih pekat; jika hal ini terjadi bersamaan dengan rasa lemas dan sulit konsentrasi, itu tandanya tubuh Anda membutuhkan tambahan cairan segera.
Langkah kedua adalah tetap berkomitmen untuk melakukan olahraga secara rutin. Olahraga merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga agar tubuh tetap fit, bugar, dan sehat sepanjang hari, sekaligus mampu meningkatkan suasana hati (mood) setelah malam yang panjang. Tidak perlu memilih olahraga yang berat, asalkan dilakukan secara konsisten minimal tiga kali seminggu dengan durasi 20–30 menit per sesi, karena tubuh yang jarang bergerak justru akan lebih rentan terserang penyakit.
Selanjutnya, tips ketiga yang disarankan adalah rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi. Paparan cahaya matahari pagi secara alami dapat membantu menstabilkan ritme sirkadian (jam biologis tubuh), sehingga Anda bisa tidur lebih nyenyak pada malam berikutnya. Selain itu, berjalan pagi atau berjemur selama 30 menit setiap hari sangat baik untuk mengaktivasi produksi vitamin D yang penting dalam penyerapan kalsium demi menjaga kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.
Terakhir, demi menjaga kebugaran, penting untuk menghindari konsumsi makanan yang kurang sehat. Aktivitas begadang sangat identik dengan kebiasaan ngemil makanan instan, sehingga Anda harus mulai membatasi makanan yang merugikan kesehatan seperti gorengan, makanan cepat saji, serta minuman bersoda. Batasi juga asupan gula harian dan hindari konsumsi minuman dengan pemanis buatan maupun kafein yang berlebihan agar kualitas istirahat Anda tidak semakin memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....