Golden Goal, Aturan Cepat yang Kini Tinggal Sejarah
- 23 Apr 2026 18:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Aturan gol emas (golden goal) pernah menjadi salah satu sistem penentuan hasil pertandingan dalam sepak bola, khususnya pada babak perpanjangan waktu. Namun, aturan ini akhirnya dihapus karena dinilai tidak berjalan sesuai harapan.
Dikutip dari talksport.com, Aturan golden goal diperkenalkan oleh FIFA pada 1990-an dengan tujuan mendorong permainan menyerang. Dalam sistem ini, tim yang mencetak gol pertama di babak tambahan langsung dinyatakan sebagai pemenang.
Sistem tersebut mulai diuji pada turnamen usia muda sejak 1993, sebelum diterapkan pada ajang internasional senior seperti Olimpiade dan Piala Konfederasi. Golden goal juga digunakan dalam Piala Dunia FIFA 1998, yang menjadi edisi pertama Piala Dunia dengan aturan tersebut.
Salah satu momen paling dikenal terjadi saat Laurent Blanc mencetak gol kemenangan untuk Prancis melawan Paraguay di babak 16 besar. Selain itu, aturan ini juga menentukan hasil final Euro 2000 melalui gol dari David Trezeguet.
Namun, dalam praktiknya, aturan ini justru membuat tim bermain lebih defensif karena khawatir kebobolan lebih dulu. Kondisi tersebut bertentangan dengan tujuan awal untuk menciptakan permainan yang lebih terbuka dan menyerang.
Sebagai alternatif, FIFA sempat memperkenalkan aturan gol perak (silver goal) pada 2003, di mana tim yang unggul hingga akhir babak pertama perpanjangan waktu dinyatakan menang. Namun, sistem ini juga tidak mendapat respons positif.
Akhirnya, setelah Euro 2004, kedua aturan tersebut resmi dihapus. Saat ini, pertandingan yang berakhir imbang akan dilanjutkan dengan dua babak perpanjangan waktu penuh sebelum ditentukan melalui adu penalti jika masih belum ada pemenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....