Golkar Sulsel Bahas Masa Depan Politik Daerah

  • 01 Feb 2026 22:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Log In Partai Golkar dan Diskusi Politik dengan tema “Golkar dan Masa Depan Sulsel” di Kantor DPD Partai Golkar Sulsel, Makassar jalan Botolempangan , Minggu, 1 Februari 2026.Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) Sulsel sebagai forum dialog politik dan penguatan kader.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam diskusi tersebut, di antaranya Akademisi Universitas Hasanuddin Adi Suryadi Culla, Guru Besar UIN Alauddin Prof. Mustari Mustafa, serta Wakil Ketua Umum DPP AMPI sekaligus Sekretaris Akademi Partai Golkar Arief Rosyid Hasan, serta Narasumber dari Redaksi Tribun Makassar. 

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, dalam sambutannya menekankan bahwa jabatan anggota DPR merupakan amanah yang sangat terhormat sebagai wakil rakyat.“Ya, memang anggota DPR itu namanya wakil rakyat. Sebenarnya sebuah jabatan yang sangat terhormat. Tetapi kita juga harus berhati-hati, karena jangan hanya kita menikmati jabatan itu. Itu yang diamanatkan oleh rakyat, bagaimana caranya kita memperjuangkan kepentingan mereka,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua anggota DPR memiliki kewenangan yang sama dalam memperjuangkan aspirasi, karena setiap anggota ditempatkan di komisi sesuai bidang masing-masing.

“Di DPR itu ada 13 komisi dengan bidang yang berbeda-beda. Ada yang membidangi pertahanan, pemerintahan, hukum, infrastruktur, perekonomian, kesehatan, keuangan, energi, hingga pendidikan. Jadi tidak semua hal bisa ditangani oleh satu orang anggota DPR,” jelasnya.

Muhidin menilai pemahaman masyarakat terkait peran anggota DPR perlu terus diluruskan agar tidak muncul ekspektasi yang keliru.Menurutnya, Partai Golkar memiliki sistem yang terbuka dan memberi peluang yang sama bagi seluruh kader untuk berkembang dan berprestasi.

“Di Partai Golkar ini tidak ada owner, tidak ada pemilik. Pemiliknya adalah seluruh kader. Siapapun yang berprestasi, siapapun yang mampu, itu diberi peluang untuk tampil,” tegasnya.

Ia juga menyoroti regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar yang dinilainya semakin terbuka bagi anak muda.“Ketua umum kita sekarang ini masih muda. Ini membuktikan bahwa Golkar memberi ruang besar bagi generasi muda untuk memimpin, termasuk kader-kader dari daerah,” kata Muhidin.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda Golkar untuk terus meningkatkan kapasitas, loyalitas, dan kontribusi bagi partai serta masyarakat.“Golkar punya doktrin karya dan kekaryaan. Kita tidak berpolitik hanya untuk menjelekkan pihak lain, tetapi mencari solusi terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa gaya politik Golkar lebih menekankan pada kerja di komisi dan forum-forum internal DPR untuk mencari solusi konkret.“Kalau mau berdebat, mari kita berdebat di pansus, panja, atau rapat-rapat komisi. Di situlah kemampuan kita diuji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tuturnya.

Muhidin mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda yang hadir dalam diskusi tersebut dan berharap dari forum ini akan lahir pemimpin-pemimpin daerah masa depan.“Saya yakin, suatu saat nanti, ada di antara adik-adik di sini yang akan menjadi pemimpin di daerah ini. Karena itu, persiapkan diri sejak dini,” katanya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar Sulsel sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan dan politik Sulawesi Selatan ke depan.Diketahui hadir juga dalam dialog tersebut Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Anggota Fraksi Golkar diantaranya Kadir Halid, Lukman B Kadir, dan pengurus Partai Golkar serta AMPI Sulsel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....