PSI Sulsel dengarkan Akademisi Jelang Pelantikan Pengurus

  • 25 Jan 2026 18:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan menempuh langkah tidak lazim dengan membuka ruang dialog dan mendengar pandangan akademisi sebelum pelantikan pengurus, pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar Sulsel 29 Januari 2026. Jajaran pengurus PSI Sulsel yang dipimpin Ketua Harian Rahmansyah melakukan silaturahmi dan dialog bersama sejumlah akademisi, di antaranya Prof. Dr. Firdaus Muhammad, M.Ag, Dr. Andi Luhur Prianto, serta Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus sarana bagi PSI Sulsel untuk menyerap kritik dan masukan agar agenda partai tidak hanya bersifat seremonial. Ketua Harian PSI Sulsel, Rahmansyah, menegaskan langkah ini merupakan sikap politik yang disengaja dan menjadi ciri pembeda PSI dibandingkan partai politik lainnya.

“Kami sadar tidak banyak partai yang mau mendengar sebelum dilantik. PSI Sulsel justru memulai dengan membuka diri terhadap kritik dan masukan sejak awal,” ujar Rahmansyah pada Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menambahkan, kehadiran PSI Sulsel dalam dialog tersebut bukan untuk menggurui, melainkan mendengar agar langkah politik ke depan berpijak pada pemikiran rasional dan kepentingan publik. Langkah ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Prof. Dr. Firdaus Muhammad menilai pendekatan PSI Sulsel sebagai praktik positif yang relatif baru dalam dunia kepartaian.

“Tidak banyak partai yang mau mendengar lebih dulu sebelum menentukan arah politiknya. Ini pendekatan yang baik,” kata Prof. Firdaus.

Menurutnya, dialog semacam ini dapat mendekatkan partai dengan kerja-kerja politik yang rasional dan berbasis kajian akademik.

Sementara itu, Dr. Andi Luhur Prianto menilai ruang dialog yang dibuka PSI Sulsel dapat menjadi jembatan antara partai dan masyarakat melalui peran akademisi. “Partai politik memang seharusnya membuka ruang dialog seperti ini agar mendapat masukan yang konstruktif,” ujarnya.

Senada, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar menilai dialog sebelum pelantikan menunjukkan keseriusan PSI Sulsel membangun politik berbasis gagasan dan pemikiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....