Anggaran Terbatas, Karate Porprov Sulsel Lakukan Efisiensi

  • 29 Sep 2026 08:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan cabang olahraga karate pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat Technical Delegate karate harus melakukan efisiensi terhadap sejumlah kebutuhan untuk memastikan pertandingan tetap dapat terlaksana.

Technical Delegate karate, Syahrir Siregar, mengatakan anggaran yang diberikan khusus untuk cabang olahraga karate hanya sekitar 100 juta rupiah. Anggaran tersebut harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pertandingan, mulai dari wasit, panitia penyelenggara, konsumsi, transportasi hingga akomodasi.

Syahrir menjelaskan, penyesuaian anggaran berdampak pada jumlah perangkat pertandingan yang dilibatkan. Jumlah wasit yang sebelumnya direncanakan sebanyak 40 orang dikurangi menjadi 30 orang, sementara petugas lapangan dari 20 orang menjadi 10 orang dan jadwal pertandingan yang semula lima hari dipadatkan menjadi tiga hari.

Anggaran yang diberikan untuk karate sekitar 100 juta rupiah. Anggaran tersebut harus kami bagi untuk kebutuhan wasit dan perangkat pertandingan lainnya, sehingga memang harus dilakukan efisiensi agar seluruh kebutuhan bisa terpenuhi," ujar Syahrir Siregar saat diwawancarai Senin, 28 September 2026.

Efisiensi juga dilakukan terhadap kebutuhan akomodasi para wasit yang bertugas selama pertandingan. Jika sebelumnya direncanakan menggunakan hotel, panitia harus mencari alternatif berupa homestay atau rumah penduduk agar anggaran yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan.

Menurut Syahrir, sebagai bagian dari ajang multi-event, pelaksanaan Porprov memiliki ketentuan dalam pembiayaan yang harus dipatuhi. Pihaknya tidak dapat mengandalkan penarikan biaya dari peserta maupun mencari sponsor secara bebas, sehingga seluruh kebutuhan pertandingan harus disesuaikan dengan anggaran yang telah diberikan.

Selain kebutuhan teknis pertandingan, keterbatasan anggaran juga berdampak pada honor pelatih dan perangkat pertandingan. Syahrir menyebut penyesuaian honor menjadi salah satu konsekuensi yang harus dilakukan agar seluruh rangkaian pertandingan karate Porprov Sulsel tetap dapat terlaksana sesuai dengan kondisi anggaran yang tersedia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....