Podsi Sulsel Tingkatkan Kualitas Pelatih dan Wasit Dayung
- 21 Agt 2026 11:25 WIB
- Makassar
Poin Utama
- Peningkatan Kualitas SDM Pelatih dan Wasit
- Metode Pelatihan Teori dan Praktik Komprehensif
- Investasi Jangka Panjang untuk Prestasi Nasional
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Pengurus Provinsi PODSI Sulawesi Selatan menggelar penataran pelatih dan wasit se-Sulawesi Selatan di Makassar pada 20 hingga 22 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sumber daya manusia olahraga dayung agar pembinaan prestasi daerah semakin terarah.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PODSI Sulsel Dr. H. Alimuddin bersama jajaran pengurus serta narasumber dari berbagai kalangan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan standar kualitas cabang olahraga dayung. "Peningkatan kualitas pelatih dan wasit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan prestasi. Kita ingin pembinaan olahraga dayung di Sulawesi Selatan semakin terarah dan memiliki standar yang semakin baik," kata Alimuddin kamis sore 20 agustus 2026
Alimuddin menegaskan bahwa prestasi olahraga dayung tidak boleh hanya dibebankan kepada pundak para atlet di lintasan. Orang-orang di balik layar seperti pelatih dan wasit juga memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan jangka panjang.
Kelompok pelatih mendapatkan materi mendalam mengenai tiga disiplin nomor dayung yaitu Traditional Boat Race, canoeing, dan rowing. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas tetapi juga langsung melakukan simulasi lapangan yang terukur. "Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembinaan di daerah masing-masing. Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh Ketua Panitia Prof. Nukhrawi Nawir."
Pengurus Besar PODSI turut memberikan dukungan penuh dengan menugaskan M. Suryadi sebagai narasumber pelatihan canoeing tingkat regional. Keterlibatan pusat ini memastikan standar materi yang diajarkan selaras dengan perkembangan teknik dayung nasional. "Pelatih yang kembali ke kabupaten dan kota diharapkan dapat mentransfer pengetahuan kepada atlet dan lingkungan kepelatihan masing-masing. Demikian pula wasit diharapkan semakin memahami regulasi dan mampu menjalankan pertandingan secara profesional," tegas Alimuddin.
Selain teknik kepelatihan, peserta juga dibekali materi penting mengenai psikologi olahraga oleh narasumber ahli yang berpengalaman. Aspek mental ini dinilai sangat esensial untuk membentuk ketahanan diri atlet saat menghadapi kompetisi ketat. "Perkembangan olahraga prestasi menuntut pelatih terus memperbarui pengetahuan dan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman semata. Program latihan membutuhkan pendekatan yang sistematis dan disesuaikan dengan ilmu keolahragaan modern," jelas Nukhrawi Nawir.
Sementara itu, kelompok wasit secara khusus mendalami aturan pertandingan canoeing dan rowing serta etika perwasitan yang profesional. Pemahaman regulasi yang matang sangat dibutuhkan untuk menjamin jalannya pertandingan yang fair play dan sportif.
Seluruh rangkaian kegiatan penataran ini ditutup dengan evaluasi berupa post-test untuk mengukur pemahaman akhir para peserta. Model pelatihan komprehensif ini dirancang agar ilmu yang didapat benar-benar aplikatif di daerah asalnya. "Karena itu, peningkatan kualitas atlet harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pelatih dan wasit. Penataran ini menjadi langkah awal membangun fondasi agar dayung Sulsel siap bersaing di tingkat nasional," pungkas Alimuddin.
Kepanitiaan acara ini didukung oleh tokoh-tokoh olahraga berpengalaman termasuk sekretaris Drs. Suarman dan bendahara Dr. Mulyono Caco. Koordinator narasumber juga melibatkan figur kompeten seperti Gustiana dan Kapten Laut Asmawati.
Melalui investasi sumber daya manusia yang berkelanjutan ini, PODSI Sulsel optimistis tradisi prestasi dayung dapat terus dipertahankan. Fondasi yang kuat dari tingkat kabupaten dan kota akan melahirkan atlet-atlet unggul bagi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....