PSAWI Sulsel Sambut Masuknya Ski Air pada PON NTB-NTT 2028

  • 01 Jul 2026 08:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepastian cabang olahraga ski air dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XXII tahun 2028 disambut positif oleh pengurus dan atlet di Sulawesi Selatan. Keputusan tersebut dinilai memberikan kepastian bagi proses pembinaan dan persiapan atlet menuju ajang olahraga nasional mendatang.

Pembagian cabang olahraga pada PON XXII yang akan berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara. Sebanyak 26 cabang olahraga akan dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat, 22 cabang olahraga di Nusa Tenggara Timur, serta 14 cabang olahraga lainnya dilaksanakan di DKI Jakarta sebagai daerah pendukung.

Dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat, ski air menjadi salah satu cabang yang dipastikan masuk dalam daftar pertandingan. Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia Sulawesi Selatan yang sebelumnya sempat menghadapi ketidakpastian terkait status cabang olahraga tersebut.

Sekretaris Umum Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia Sulawesi Selatan, Ismail Sellery, mengatakan keputusan tersebut menjadi angin segar bagi atlet dan pengurus ski air di daerah. Menurutnya, kepastian masuknya ski air dalam program PON memberikan motivasi tambahan bagi atlet untuk meningkatkan kualitas latihan dan prestasi.

"Kepastian ski air dipertandingkan pada PON mendatang menjadi kabar baik bagi kami karena memberikan arah yang jelas bagi proses pembinaan atlet di Sulawesi Selatan," ujar Ismail Sellery saat diwawancarai pada 30 Juni 2026.

Ia menjelaskan, PSAWI Sulawesi Selatan akan mulai melakukan pembinaan lebih awal sebagai bagian dari persiapan menghadapi babak kualifikasi maupun pelaksanaan PON mendatang. Strategi tersebut dinilai penting agar atlet memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan teknik dan pengalaman bertanding.

Menurut Ismail, Sulawesi Selatan akan mengombinasikan atlet senior yang telah berpengalaman dengan atlet muda potensial dalam program pembinaan ke depan. "Kami ingin menyiapkan perpaduan atlet senior dan atlet muda agar proses regenerasi berjalan baik sekaligus meningkatkan peluang meraih prestasi pada PON mendatang," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....